
PALANGKA RAYA-http://inovasiborneo.co.id. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah H. Nuryakin menyambut kedatangan Komisi VII DPR RI di Terminal Kedatangan Bandar Udara Tjilik Riwut. Sekda tampak didampingi Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Katma F. Dirun dan sejumlah Kepala OPD seperti Plt. Kadis Pendidikan, Karo Pemerintahan, Karo Administrasi Pimpinan dan anggota Forkopimda pada Kamis (15/6/2023) sore.
Kunjungan kerja Komisi VII yang membidangi bidang Energi dan Perindustrian ini selain dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, juga akan melakukan pertemuan dengan beberapa perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan.
Kalimantan Tengah sendiri memang kaya akan hasil mineral, seperti emas, batu bara, dan bauksit. Pertambangan emas telah lama menjadi sumber penghasilan bagi penduduk setempat maupun pendatang.
Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran dalam beberapa kesempatan mengatakan agar pengembangan dan pengelolaan sumber daya alam (SDA) di setiap kabupaten kota menyesuaikan potensi wilayahnya masing-masing.
Di Kalimantan Tengah terdapat 3 zona wilayah kabupaten dan kota pengembangan potensi sumber daya alam yang dapat menopang perekonomian daerah. Pertama, zona wilayah barat yang terdiri atas Kabupaten Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Seruyan, Sukamara, Lamandau, memiliki potensi kelapa sawit (CPO), pertambangan (baja, nikel, dan lain-lain), pariwisata, perkebunan (kopi, tebu, dan lainnya), serta pertanian dan tanaman holtikultura.
Kedua zona wilayah tengah yang terdiri dari Kabupaten Kapuas, Pulang Pisau, Katingan, Gunung Mas, dan Palangka Raya, memiliki potensi sektor pertanian, perkebunan (kopi, sawit, dan lainnya), pertambangan (bauksit, emas, dan lainnya), pembangunan food estate, perikanan air tawar, industri kreatif, kebudayaan dan industri hasil hutan.
Sedangkan zona wilayah timur yang terdiri atas Kabupaten Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, dan Barito Timur, terdapat potensi pada sektor tambang (batu bara, emas, dan tanah jarang), hasil hutan (kayu, karet, rotan, dan lainnya), perkebunan (sawit, kopi, coklat, dan tebu), pertanian holtikultura, dan perikanan air tawar. red*

