Palangka Raya – Guna mempercepat pemberantasan AIDS–Tuberkulosis–Malaria (ATM), Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah menyelenggarakan pertemuan Penyusunan Dokumen Perencanaan ATM Tahun Anggaran 2024, bertempat di Hotel Luwansa Palangka Raya, Rabu (7/6/2023). Penyusunan dokumen perencanaan ATM bertujuan untuk mengintegrasikan rumusan program ATM di dalam dokumen perencanaan daerah tahun 2024.
Kepala Bappedalitbang Provinsi Kalimantan Tengah Kaspinor didampingi Program Coordinator Asosiasi Dinas Kesehatan (PC ADINKES) Kalimantan Tengah Sofia Wirda dan Sekretaris Dinas Kesehatan Prov. Kalteng Rainer Danny P. Mamahit dalam sambutannya mengatakan bahwa program pencegahan dan pengendalian ATM di Indonesia telah mendapatkan dukungan dunia internasional terutama terkait pendanaan. Akan tetapi suatu saat diharapkan agar Indonesia secara mandiri dapat memperkuat perencanaan dan pengganggaran baik tingkat pusat maupun daerah (provinsi, kabupaten/kota) sehingga mampu memenuhi komitmen global Indonesia eliminasi ATM tahun 2030. Namun ternyata masih dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan dimana program ATM ini masih jauh dari target, tuberkulosis angka capaiannya masih sangat rendah, begitu juga HIV-AIDS dan malaria di Kalimantan Tengah.
Disampaikan Kaspinor, beberapa dasar hukum yang mendukung pelaksanaan ATM adalah Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 86 tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Evaluasi Pembangunan Daerah RPJMD, Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 050-5889 tahun 2021 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 84 Tahun 2022 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun 2023.

Kepala Bappedalitbang Provinsi Kalimantan Tengah Kaspinor didampingi PC ADINKES Kalimantan Tengah Sofia Wirda dan Sekretaris Dinas Kesehatan Rainer Danny P. Mamahit
”Dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berupa Surat Gubernur Kalimantan Tengah kepada Bupati/Wali Kota, Nomor 773/Dinkes/V/2023 perihal Penggunaan Dana APBD kabupaten/kota dalam mendukung penguatan perencanaan pencegahan dan ATM di daerah,” ungkap Kaspinor.

