
http://Inovasiborneo.co.id, Puruk Cahu – Belakangan ini sering terdengar berbagai peristiwa terkait kenakalan remaja. Mulai dari maraknya sekumpulan anak yang melakukan aksi kebut kebutan motor alias balap liar, dimana para pelakunya masih berusia belia. Pelajar SMP yang menantang gurunya hanya karena ditegur terlambat datang ke sekolah. Terkadang juga terjadi aksi pembullyan yang dilakukan sekelompok anak terhadap anak lainnya, hanya karena persoalan sepele.
Dari rentetan kejadian tersebut, persoalan generasi muda dengan eksistensi jiwa mudanya semakin meninggalkan nilai-nilai Pancasila. Pancasila tidak lagi menjadi landasan utama dalam bertindak dan berperilaku dari berbagai segi kehidupan generasi muda.
Rahmanto Muhidin Wakil Ketua DPRD Murung Raya berpendapat, fenomena kecenderungan perilaku dan kepribadian generasi muda sekarang ini semakin menjauh dari nilai-nilai Pancasila dan kehilangan jati diri sebagai suatu individu yang berakar dari nilai-nilai luhur budaya bangsa.
“Kondisi ini sangat memprihatinkan, bila hal ini terus kita biarkan, mau dikemanakan arah bangsa ini, jika terjadi dekadensi moral pada generasi mudanya. Gejala kemerosotan kepribadian generasi muda seperti hilangnya identitas budaya bangsa, adat istiadat ketimuran. Terkadang terjadi tawuran antar pelajar dan mahasiswa, penyalah gunaan narkoba, seks bebas, dan balap motor liar, yang dilakukan generasi muda dan degradasi moralitas pelajar. Mengimbau berbagai pihak serta yang berkompeten untuk mengantisipasi dan menanggulangi berbagai persoalan tersebut,” papar Rahmanto. Senin (27/2/2023).
Lemahnya ketahanan budaya pada generasi muda juga disebabkan oleh terjadinya gejala krisis identitas sebagai akibat semakin melemahnya norma-norma lama dan belum terkonsolidasinya norma baru, yang telah mengakibatkan terjadinya sikap ambivalen dan disorientasi tata nilai. Ditambah dengan tumbuh suburnya semangat kebebasan, telah menyuburkan tumbuhnya sudut pandang yang keliru sehingga mengakibatkan menguatnya budaya hedonis pada kalangan generasi muda.
Menanggulangi hal ini Wakil Ketua DPRD Murung Raya, Rahmanto Muhidin Alumnus Fakultas Hukum IAIN Palangkaraya dan Alumnus Pasca Sarjana Fakultas Hukum Unibraw Malang menegaskan, sudah saatnya Pendidikan Moral Pancasila digaungkan dan dikuatkan kembali, agar generasi muda tidak semakin jauh meninggalkan nilai-nilai moral.
“Pentingnya pendidikan moral pancasila untuk generasi penerus bangsa dan bila tidak dipersiapkan dari sekarang maka tunggu kehancuran, digilas oleh generasi penerus yang tidak lagi memahami sendi kehidupan bangsa Indonesia yang menganut budaya yang bermoral dan beretika berdasarkan Pancasila yang diperjuangkan oleh para pendiri bangsa dari era sebelum adanya Indonesia hingga berdiri menjadi satu negara berdaulat NKRI berlandaskan Pancasila dan UUD 1945,” imbuh Rahmanto.
Dengan Pendidikan Moral Pancasila diharapkan masyarakat Indonesia menjadi Insan Pancasila yang dapat mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan menjadi habituasi atau penyesuaian dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Menghargai kekayaan negara sendiri, hingga menghilangkan sikap radikalisme dan intoleran. Pendidikan moral harus diajarkan sejak dini dan harus lebih diupayakan dalam merawat roh Bhinneka Tunggal Ika, supaya menjadi sebuah gugus insting yang mempengaruhi cara berpikir, bertindak, bernalar, dan berinteraksi warga negara.

