KAPUAS-http://inivasiborneo.co.id-Penyuluh Pertanian di Desa Bentuk Jaya A5 Dadahup, Kabupaten Kapuas Suyanto menyatakan kondisi di lapangan sempat terkendala masalah air, namun saat ini dengan adanya mobil pompa air yang disediakan oleh Kementerian PUPR, sangat membantu para petani dalam melakukan pertanaman. “Kami minta dukungan semaksimal mungkin dari Pemerintah daerah dan Pemerintah pusat, karena di sini salah satu gerbangnya Food Estate,” harapnya,

Salah satu petani Ismail
Salah satu petani dari Kelompok Tani Suka Jadi Ismail saat diwawancarai menjelaskan bahwa para petani sempat mengalami trauma dikarenakan kegagalan panen sebelum adanya Food Estate ini.
Hal itu menyebabkan para petani sempat vakum selama 5-6 tahun dan tidak ingin bertani lagi. “Namun dengan adanya kerja sama dengan Kementerian PUPR dan Pemerintah daerah, kami akan bangkit lagi. InsyaAllah dengan dukungan dan kekompakan para petani, kami optimis bisa panen,” ungkapnya.
Ismail juga menyampaikan, dengan adanya Food Estate ini, harapan para petani mulai tumbuh dan semangat untuk bertani lagi. “Ini pertama kalinya kami bertani lagi setelah sebelumnya sempat vakum, kami yakin akan panen. Kami sudah menanam padi inpari 32 dan inpara 42,” pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo telah melakukan kunjungan kerja dalam rangka percepatan tanam lahan ekstensifikasi Food Estate di Desa Bentuk Jaya A5 Dadahup, Kabupaten Kapuas ini pada Sabtu (26/11/2022).
Ia menyebut, lahan yang ada di Desa Bentuk Jaya A5 Dadahup ini memiliki debit air yang naik turun dan dinamis, namun dengan diperolehnya hasil yang cukup bagus dua tahun belakangan ini, ia berharap lahan ini tidak hanya digunakan untuk ditanam padi dan jagung saja, tetapi juga kelapa dan buah-buahan lainnya

