Pengembangan Food Estate Akan dibangun Model Bisnis Korporasi

KALTENG-http://Inovasiborneo.co.id-Ketahanan Pangan Harus diutamakan setiap Kabupaten dan Kota untuk mengganggarkan untuk tahun 2023 ini ucap Gubernur Kalteng menyampaikan saat wawancara dengan awak media Jumat,2/12/2022 diAula Jayang Tingang.

Gubernur Kalteng mengatakan, pengembangan kawasan Food Estate ini menjadi program berskala besar. Sehingga mekanisasi alat-alat modern sangat diperlukan, diperlukan keterlibatan petani setempat.


“Pengembangan korporasi petani menjadi prioritas agar petani menguasai produksi dan bisnis pertanian dari hulu ke hilir,” ujarnya.


Korporasi petani bukan sekadar bertumpu pada produktifitas dan kualitas produksi pertanian, namun lebih banyak ditentukan kemampuan SDM menjalankan bisnis yang profit oriented.

Petani harus mendapat untung. Petani menjual beras sebagai produk hilir, bukan gabah sebagai produk hulu. Begitu pula produk olahan lainnya dari komoditas pertanian yang ditanam di food estate.

Untuk itu BPSDM akan mendukung kesiapan dalam aspek SDM pertanian untuk Food Estate.Dinas Pertanian dan Pemprov Kalteng akan mengawal dan mendampingi SDM pertanian mendukung korporasi petani.


“Kita akan memastikan pendampingan terhadap petani di lokasi Food Estate berjalan maksimal. Memaksimalkan kinerja BPPSDMP, untuk memastikan petani Food Estate mendapatkan pendampingan,khususnya dalam hal korporasi petani,” ungkap Gubernur.

Dikutip dari pernyataan Dedi Nursyamsi saat kunjungan ke Food Estate mengatakan, BPPSDMP akan mengerahkan penyuluh. Menurutnya, penyuluh berperan penting pada korporasi petani di food estate. Pertama, untuk input sumberdaya meliputi budaya kerja/etos, pengetahuan, komoditas dan prasarana-sarana. 


Kedua dalam kaitan penetapan model bisnis, membangun lembaga dan legalitas, menumbuhkan tata kelola lembaga dan menjalankan proses bisnis. Ketiga, melaksanakan output promosi mencakup kemitraan, modal dan investasi. 


“Penyuluh juga berperan mendukung akses petani ke pasar. Peningkatan nilai tambah hasil produksi menjadi produk olahan. Bukan bahan mentah, yang selama ini tidak banyak mendatangkan laba bagi petani,” katanya. 
Pengembangan pertanian di wilayah food estate dilakukan melalui teknologi modern yang sudah ada.

Pada kawasan pengembangan food estate akan dibangun model bisnis korporasi. Pengembangan kawasan Food Estate ini dilakukan dengan teknologi optimalisasi lahan rawa secara intensif guna meningkatkan produksi dan indeks pertanaman (Red*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *