Food Estate Program Strategis Pembangunan Pertanian Nasional Untuk Ketahanan Pangan

KALTENG http://Inovasiborneo.co.id-Pengembangan pertanian di wilayah food estate dilakukan melalui teknologi modern yang sudah ada. Pada kawasan pengembangan food estate akan dibangun model bisnis korporasi. Terang Gubernur Kalteng Kepada Para Bupati dan Walikota Jumat

Pengembangan kawasan Food Estate ini dilakukan dengan teknologi optimalisasi lahan rawa secara intensif guna meningkatkan produksi dan indeks pertanaman.

Ada beberapa Keuntungan dengan adanya Program Food Estate diKalteng seperti infrastruktur jalan ke Desa Dadahup dan Desa Gadabung listrik juga sudah disiapkan oleh Pemerintah serta irigasi.

Sebagai masyarakat Kalteng seharusnya kita mendukung program pemerintah pusat dengan terpilihnya Kalteng disiapkan sebagai lumbung padi nasional guna menunjang IKN.

Banyak Aspek keuntungan dari Program Strategis Food Estate diKalteng ,Food Estate sendiri menjadi salah satu program strategis pembangunan pertanian nasional tahun 2021. Presiden RI, Joko Widodo 

“Tujuan food estate berbasis hortikultura yaitu untuk membangun kawasan hortikultura terpadu yang berdaya saing, ramah lingkungan dan modern, mendorong sinergitas dengan stakeholders dalam pengembangan food estate berbasis hortikultura, serta mendorong terbentuknya kelembagaan petani berbasis korporasi,” jelasnya.

 “Inilah cara pembangunan pertanian yang harus kita tuju yaitu melalui skala luas dan menggunakan teknologi pertanian, sehingga nantinya harga pokok produksi bisa bersaing dengan harga komoditas yang sama.

 
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menjelaskan, pengembangan kawasan Food Estate Hortikultura menjadi salah satu program super prioritas Kementerian Pertanian (Kementan). 


Kawasan food estate (lumbung pangan) di Kalimantan Tengah (Kalteng) akan digarap di lahan seluas 168.000 hektar (ha). Di tahun 2020 dikerjakan seluas 30.000 ha sebagai model percontohan. Lahan ini ada di Kabupaten Pulang Pisau seluas 10.000 ha dan Kapuas 20.000 ha. Total luas areal yang dipersiapkan kurang lebih mencapai 1000 hektare.

Kemudian areal yang sedang dalam penggarap seluas 215 hektare. 
Ditargetkan peningkatan luas tanam dan produksi komoditas bawang merah, bawang putih dan kentang serta memperkuat kerjasama dan sinergi antar petani dengan stakeholders terkait.


“Proyek ini akan menggarap sekitar 30.000 hektar lahan untuk dikelola hingga 3 tahun kedepan. Untuk tahun 2020 pengerjaan dimulai dari klaster terpadu seluas 1.000 hektar sebagai percontohan nasional,” terangnya. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *