KALTENG http://Inovasiborneo.co.id-Di tengah tantangan risiko krisis pangan global yang melanda berbagai negara, Pemerintah terus melakukan berbagai upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dengan mewujudkan pangan yang berkedaulatan (food soveregnity) dan mandiri (food resilience).

Guna mengakselerasi kemandirian pangan tersebut, Pemerintah berupaya mendorong proyek food estate atau lumbung pangan nasional di sejumlah daerah salah satunya Kalteng.
Dalam acara penyerahan DIPA,Sugianto Sabran menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo memberikan arahan terkait pembuatan saluran air dan pengolahan lahan pada food estate di Kalimantan Tengah yang akan ditugaskan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, sehingga Kementerian Pertanian dapat menggunakan lahan yang telah disiapkan.
“Progres food estate di Kalimantan Tengah yang sedang dikembangkan oleh Kementerian Pertanian 30.000 hektar di Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas melalui program Intensifikasi Pertanian menghasilkan total produksi gabah kering giling sebanyak 114.658 ton GKG yang nilainya lebih tinggi dari sebelum Food Estate yakni 76.530 ton GKG.ucap Gubernur Sugianto.
“Pada tahun 2021, dari target tanam padi seluas 14.135 hektar untuk intensifikasi lahan sawah, produksi gabah kering giling sebelum FE sebanyak 43.930 ton GKG meningkat hingga 49.070 ton GKG setelah FE. Sementara itu, untuk tahun 2022, kegiatan intensifikasi lahan Food Estate yang dilaksanakan di kecamatan Pulau Petak kabupaten Kapuas seluas 502 hektar telah ditanam padi pada musim tanam April-September dan sebagian pada musim tanam Oktober – Maret,” terang Gubernur Kalteng.
Pemerintah juga akan terus memberikan atensi serta dukungan terkait ketersediaan air dan pupuk yang memadai untuk lahan Food Estate.

