KALTENG-http://Inovasiborneo.co.id-Mewujudkan program ketahanan pangan nasional food estate di wilayah Kalteng Gubernur Sugianto Sabran Optimis Kalteng Mampu dan itu sudah berjalan di Kabupaten Pulang Pisau.Kapuas.

Program food estate di Indonesia ada 2 tempat yakni Sumut dan Kalteng.Program food estate adalah ide visioner Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran yang diusulkan langsung kepada Presiden RI Joko Widodo dalam rapat terbatas di Istana Negara pada tahun 2017.
“Program Strategis Nasional Food Estate di Kalimantan Tengah akan memberikan multiplier effect bagi semua sektor, peningkatan kesejahteraan petani hingga penyerapan tenaga kerja, yang pada akhirnya menjadi daya ungkit perekonomian di Kalimantan Tengah.
Peluang ini harus ditangkap dan dijalankan serius dan fokus dengan melibatkan stakeholders terkait dan pemberdayaan masyarakat lokal” Ucap Guberrnur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran di Palangka Raya, Kamis ( 10/03/2022).
Khususnya program ketahanan pangan food estate, sehingga kami punya peran serta dalam mewujudkan program pemerintah ini.
Baca Juga: https://inovasiborneo.co.id/2020/10/12/program-food-estate-di-kabupaten-pulang-pisau-dan-kapuas-akan-dikembangkan/
Program Food Estate ini Gubernur Kalteng berharap Generasi muda mengembangkan pertanian dengan teknologi yang lebih baik, agar semua bisa bersinergi untuk mengembangkan program food estate ini Untuk lebih baik.
Gubernur Kalteng menyampaikan food estate ini multi komoditas, selain padi, disitu ada tanaman hortikultura. peternakan, dan perikanan.
Ada 5 kecamatan di Kabupaten Pulang Pisau yang terkena program food estate, semua dikembangkan sesuai dengan kondisi dan potensi wilayahnya. dan ada berapa desa juga di kabupaten Kapuas
Selain itu teknologi juga harus dikuasai untuk bisa lebih meningkatkan produksi, pungkasnya.
Kegiatan intensifikasi yang dimulai tahun 2020 dan dilanjutkan pada tahun 2021, telah dilaksanakan pada luasan lebih dari 42 ribu hektar. Produksi pada lokasi pengembangan tahun 2020 pada luasan lebih dari 29 ribu hektar mencapai 114.611 ton GKG, sedangkan pada lokasi pengembangan tahun 2021 pada luasan lebih dari 13 ribu hektar mencapai 47.589 ton GKG.
Hasil produksi gabah kering giling dari lokasi intensifikasi lahan tahun 2020 maupun tahun 2021, adanya kenaikan produksi jika dibandingkan dengan produksi sebelum adanya kegiatan intensifikasi lahan food estate Kalteng.
Kenaikan produksi tersebut mencapai 15,3% untuk produksi tahun 2020, dan sebesar 11,5% untuk produksi tahun 2021. Pencapaian lainnya adalah peningkatan indeks pertanaman pada lokasi-lokasi tertentu yang meningkat sekitar 37%.
Pada tahun 2022 lokasi yang dikembangkan dan memasuki musim panen. Saat ini pada Kecamatan Bataguh dengan luas sawah 3.677 ha di beberapa lokasi sawah sedang panen diantaranya di Desa Terusan Mulya, Terusan Karya, dan Terusan Makmur.
Lokasi yang telah dipanen seluas 420 ha dengan varietas padi hibrida yang hasilnya per hektar mencapai 7 ton per ha. Sawah di Desa Warna Sari, Kecamatan Tamban Catur juga telah mulai memasuki musim panen pada bulan Maret ini.
Lokasi lainnya yang sudah mulai panen adalah di Poktan Sri Makmur, Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu pada hamparan dalam kelompok seluas 84 hektar padi inbrida varietas Inpari 32 dan Inpari 33 yang menghasilkan produksi sekitar 7,8 ton/hektar.Di tempat lain seperti Desa Gadabung, Kecamatan Pandih Batu juga sudah mulai memasuk musim panen.
“Kita bicara fakta bukan asumsi, ada pihak yang meragukan keberhasilan food estate, bahkan meragukan pemerintah provinsi menanganai food estate, jangan melempar retorika, disini kita turun ke lapangan memantau setiap saat, bukan membaca laporan di belakang meja” beber Sugianto sabran beberapa waktu lalu.
Pernyataan Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran tentu sangat beralasan, sejak awal pembangunan food estate di Kalimantan Tengah, puluhan Menteri Kabinet Indonesia serta Presiden meninjau langsung ke lokasi didesa Blanti siam.
Dikutip dari Peryataan Presiden saat melakukan Kunjungan ke lahan Food Estate 20-8-2020 “Presiden Joko Widodo juga mengungkapkan Food Estate di Prov. Kalteng tidak hanya untuk persawahan tetapi juga akan ditanami tanaman lainnya. Food Estate di Prov. Kalteng merupakan model percontohan yang akan direplikasi di Daerah lain.
“Dengan cara-cara ini kita harapkan pendapatan petani akan naik. Tidak hanya dari padi tapi juga dari jeruk, dari bawang merah, dari kelapa, dan dari ikan, plus juga dari itik,” tutup Joko Widodo.”

