Palangka Raya – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Rapat Pembentukan dan Evaluasi Jejaring, Skrining Layak Hamil, ANC dan Stunting sekaligus Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama Enam SOPD dan Lembaga Tentang Bimbingan Pernikahan dan Pelayanan Kesehatan Bagi Calon Pengantin dalam rangka mewujudkan Keluarga Berkualitas, bertempat di Hotel Aquarius Palangka Raya, Selasa (1/10/2024).

Kadis Kesehatan memberikan arahan sekaligus membuka kegiatan
Kegiatan dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Prov. Kalteng Suyuti Syamsul. Dalam sambutannya Suyuti mengatakan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024 telah dicantumkan sasaran strategi program kesehatan masyarakat yaitu percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi 183/100.000 KH, Penurunan Angka Kematian Bayi (AKB) menjadi 16/1.000 KH, Penurunan Prevalensi Stunting pada Balita menjadi 14% serta Penurunan Prevalensi Wasting menjadi 7%.

Kadis Kesehatan memberikan arahan sekaligus membuka kegiatan
Kegiatan dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Prov. Kalteng Suyuti Syamsul. Dalam sambutannya Suyuti mengatakan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024 telah dicantumkan sasaran strategi program kesehatan masyarakat yaitu percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi 183/100.000 KH, Penurunan Angka Kematian Bayi (AKB) menjadi 16/1.000 KH, Penurunan Prevalensi Stunting pada Balita menjadi 14% serta Penurunan Prevalensi Wasting menjadi 7%.
“Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan masalah kesehatan yang masih belum terselesaikan. Walaupun AKI dan AKB dalam dekade terakhir mengalami penurunan, tetapi masih tinggi jika dibandingkan dengan negara tetangga di Asia Tenggara. Salah satu faktor yang menyebabkan masalah gizi balita di Indonesia yaitu konsumsi makanan ibu pada masa kehamilan atau bahkan saat remaja yang tidak sesuai dengan prinsip gizi seimbang,” imbuhnya.
Kematian Ibu dan Bayi di Indonesia pada tahun 2022 masih tinggi, dimana dari 10 provinsi dengan persentase kematian ibu dan bayi tertinggi salah satunya adalah Kalimantan Tengah sehingga di tahun 2023 semua Kab/Kota menjadi Lokus Percepatan Penurunan AKI, AKB.


