Kalteng-http://inovasiborneo.co.id-General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, Muhammad Joharifin memaparkan kesiapan infrastruktur PLN di Kalimantan Tengah guna turut mendorong perekonomian.
“Kelistrikan Kalteng telah interkoneksi dengan Sistem Kalsel – Kalteng – Kaltim, daya mampu pasok sebesar 1.810 MW. Beban puncak tercatat 1.381 MW, sehingga surplus mencapai 429 MW atau 24%. Saat ini telah beroperasi tambahan empat Gardu Induk (GI) baru yaitu GI 150 kV Kuala Pembuang 30 MVA (operasi Januari 2023), GI 150 kV Sukamara 30 MVA (operasi Maret 2023), GI 150 kV Nanga Bulik 30 MVA (operasi Maret 2023) dan GI 150 kV Kuala Kurun 30 MVA yang beroperasi pada Juni 2023 akan meningkatkan kemampuan melayani suplai listrik guna meningkatkan perekonomian daerah,” jelas Joharifin.
Kesiapan infrastruktur melistriki pelanggan merupakan salah satu fokus PLN UID Kalselteng untuk tumbuh dan berkembang, bersama melaksanakan program “Kalteng Bercahaya Makin Berkah” guna memenuhi kebutuhan suplai tenaga listrik Masyarakat, Pelaku Bisnis dan Industri di Kuala Pembuang, Sukamara, Nanga Bulik serta Kuala Kurun. Terlebih Kalimantan Tengah yang memiliki potensi kekayaan alam yang luar biasa, sehingga dimana ke depannya akan tercipta magnet ekonomi baru di sana.
Dengan kesiapan tersebut Joharifin optimis, dukungan insfrastruktur kelistrikan yang dibangun dan sinergi dari Pemerintah Daerah akan berdampak positif terhadap akselerasi perekonomian di Kalimantan Tengah.
Pemerintah Provinsi Kalteng bersama PT PLN (Persero) gelar Forum Ketenagalistrikan Kalimantan Tengah bertajuk “Kalimantan Tengah Bercahaya Makin Berkah”, hal ini merupakan wujud sinergi guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan keadilan energi Kalimantan Tengah.
Kegiatan yang dihadiri seluruh Pemimpin Daerah dan Forkopimda Provinsi di Kalimantan Tengah tersebut dilaksanakan di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Kota Palangka Raya, Selasa (6/6/2023).

Sekda Prov. Kalteng H. Nuryakin sampaikan sambutan
“Kalimantan Tengah memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah hampir di semua sektor, namun masih belum optimalnya pembangunan dan pemanfaatan ketenagalistrikan menjadi salah satu hal yang perlu menjadi perhatian bersama stakeholder dalam percepatan pembangunan,

