KALTENG http://Inivasiborneo.co.id-Inflasi ini sangat penting ditangani oleh bupati dan wali kota se-Kalteng agar angka inflasi di Kalimantan Tengah jangan sampai berada di nomor satu dari 37 provinsi di Indonesia. Mudah-mudahan, dengan adanya Pasar Penyeimbang ini bisa menekan angka inflasi dan tentunya diharapkan mampu mengurangi beban masyarakat,” ucapnya.Senin,.

Sugianto mengimbau agar masyarakat Kalteng memanfaatkan pakarangannya masing-masing untuk ditanami sayur-mayur seperti cabai, tomat, pare, dan timun.
“Di masa sulit seperti ini, manfaatkan pekarangan dengan menanam tanaman jangka pendek yang setidaknya mampu untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, pola hidup konsumtif harus dirubah menjadi kreatif dan inovatif,” katanya.
Pada saat yang sama, Wakil Gubernur (Wagub) Kalteng Edy Pratowo menyampaikan dalam keadaan inflasi saat ini, Pemprov Kalteng tetap hadir untuk membantu masyarakat melalui Pasar Penyeimbang.
“Hal itu dilakukan untuk memberikan rasa aman bahwa ketersediaan pangan itu ada di tengah masyarakat kita. Kami berharap masyarakat benar-benar merasakan bagaimana kebutuhan pangan ini bisa terdistribusi dengan baik,” ujarnya.
Usai membuka Pasar Penyeimbang, Gubernur Sugianto menjelaskan bahwa di 2023 diprediksi akan ada beberapa negara yang resesi dan pergerakan ekonomi pun akan melambat.
“Kami harapkan Kalimantan Tengah tidak terus menerus menjadi konsumen, karena selama ini kita menjadi konsumen dari saudara kita Provinsi Kalimantan Selatan. Kita juga harus bisa menjadi produsen yang mengirimkan bahan pangan ke Provinsi Kalimantan Selatan,” tuturnya.

