Program Food Estate Memberikan Keuntungan Infrastruktur Bagi Petani

KAPUAS http://inovasiborneo.co.id-Salah satu petani dari Kelompok Tani Panca Makmur Mujiono juga menyampaikan bahwa isu Food Estate gagal adalah pernyataan yang kurang tepat. “Bukan gagal melainkan belum maksimal, karena petani dihadapkan dengan peralihan musim tanam dengan istilah percepatan, otomatis dampaknya adalah keamanan tanaman dan hama menjadi sangat besar sekali,” katanya.

Kepala Dinas TPHP Sunarti : Tahun 2023 Kita Akan Bangun Pabrik Penggilingan Padi di Desa Pantik

Salah satu petani Mujiono

Mujiono mengakui dengan adanya Program Food Estate ini peningkatan dari sisi infrastruktur benar-benar bisa dirasakan masyarakat sekitar. “Pemerintah berhasil membedah isolasi yang daerahnya tertutup dan pertumbuhan ekonomi di jalan-jalan besar juga menjamur,” sebutnya.

Mujiono berharap Pemerintah bisa membantu dari segi pencucian sekunder, sebab peran utamanya ada pada kelancaran air. “Selama ini banyak petani yang inisiatif sendiri menggunakan biaya pribadi untuk pencucian sekunder ini agar tanamannya berhasil,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *