Dislutkan – BKSDA Kalteng Akan Berkolaborasi dalam Kegiatan Konservasi

Dislutkan - BKSDA Kalteng Akan Berkolaborasi dalam Kegiatan Konservasi

Foto bersama (kanan ke kiri) : Dendi Sutiadi – Darliansjah – Zur Rawdoh – Imam Mukharom

Palangka Raya –http://Inovasiborneo.co.id Bertempat di ruang kerjanya, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Kadislutkan) Prov. Kalteng  H Darliansjah Didampingi  Bidang Kelautan dan Pesisir (Kabid KP)  Zur Rawdoh  menerima kunjungan Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Pangkalan Bun Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng  Dendi Sutiadi dan Polisi Kehutanan BKSDA Kalteng Imam Mukharom,Rabu (27/7/2022 ). 

Kunjungan ini dalam rangka menyinergikan kegiatan di wilayah konservasi perairan terutama yang berada di Tanjung Keluang Kotawaringin Barat. 

Pada kesempatan ini, Dendi Sutiadi menyampaikan harapannya untuk berkolaborasi dengan Pemprov. Kalteng melalui Dislutkan dalam menjaga Daerah Konservasi.

“Salah satu permasalahan saat ini adanya persepsi masyarakat di sekitar wilayah konservasi bahwa kegiatan konservasi ini bukan merupakan tanggung jawab Pemerintah saja, namun dalam menjaga kelestarian wilayah konservasi dan habitatnya juga merupakan tanggung jawab kita bersama sehingga kami berharap dapat melakukan kerja sama dan dalam penanganan di wilayah konservasi, khususnya yang berada di wilayah Pangkalan Bun,” terang Dendi.

Hal tersebut disambut baik oleh Kadislutkan Prov. Kalteng Darliansjah. Ia menambahkan bahwa perlu adanya pemberdayaan masyarakat melalui revitalisasi Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi (KOMPAK) yang ada atau membentuk KOMPAK baru dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat yang ada, seperti tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, karang taruna, dan masyarakat yang memiliki komitmen serta kepedulian pada lingkungan khususnya kegiatan konservasi. Selain itu, sebagai upaya peningkatan ekonomi masyarakat, maka perlu dilakukan tindakan di sekitar wilayah konservasi sehingga dapat menarik minat masyarakat dalam menjaga pelestarian wilayah konservasi ini.

“Salah satu kegiatan yang dapat kita lakukan bersama-sama yaitu dengan melakukan sosialisasi secara terus-menerus tentang pentingnya lingkungan pesisir laut termasuk biota yang ada di dalamnya seperti penyu dan biota lain yang dilindungi seperti mangrove dan pandan laut,” tambahnya

Dalam rangka menjaga kelestarian penyu, Darliansjah menyebutkan bahwa mendukung dukungan terobosan pembangunan inkubator. Inkubator ini merupakan salah satu cara menjaga kelestarian penyu dan membantu kehidupan anak penyu.

“Untuk itu perlu segera disepakati dalam Perjanjian Kerja Sama antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dengan BKSDA sehingga kolaborasi ini dapat lebih diutamakan di sektor kelautan dan perikanan,” tutup Darliansjah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *