KOBAR-8 Desember 2021. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Barat melakukan rapat dengar pendapat bersama perwakilan kepala sekolah Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah yang ada di Kobar.
Hearing kali ini dipimpin ketua komisi a dprd kobar, Rizky Aditya Putra dan dihadiri sejumlah anggota lainnya.
Kepala sekolah yang hadir terdiri dari kepala madrasah ibtdaiyah sebanyak 5 orang/ kemudian kepala mts 5 orang dan madrasah aliyah 3 orang , dan dari kementerian agama 3 orang.
Tidak adanya perhatian dari pemerintah daerah terhadap guru-guru honorer di madrasah, mulai dari raudhatul atfal, madrasah ibtidaiyah dan madrasah tsanawiyah menjadi keluhan yang disampaikan mereka pada hearing kali ini.
Sebab Hal tersebut berbeda dengan guru sekolah umum, yang selama ini mendapat perhatian berupa tunjangan dari pemkab kobar.
Melalui kepala sekolah, para guru honorer di bawah kementerian agama kobar meminta nasib mereka diperjuangkan. karena, selama ini para guru honorer tidak menerima honor yang layak .
Berdasarkan data yang disampaikan, saat ini guru honorer di bawah kemenag berjumlah 354 orang dengan rata rata pendapatan mereka sangat minim .
Sementara anggaran yang dimiliki kemenag kobar sangat terbatas dan tidak memungkinkan untuk mengakomodir gaji guru yang layak.
Sehingga dengan pertemuan ini mereka berharap ada perhatian dari pemerintah kabupaten kobar untuk bisa membantu para guru honorer di bawah kementerian agama.
Ketua Komisi A Dprd Kobar Rizky Aditya Putra mengatakan bahwa pihaknya akan memperjuangkan terkait aspirasi para guru honorer yang disampaikan para kepala sekolah madrasah di Kobar.
“aspirasi dan keluhan para guru honorer ini akan kami tampung dan kampi perjuangkan.
Sebab jika dihitung dengan jumlah guru honorer sebanyak 354 orang, hanya dibutuhkan sekitar 1,5 miliar rupiah lebih.
Pihak DPRD berjanji akan membahas dan mengkomunikasikan hal tersebut baik kepada pemkab kobar agar bisa ditindak lanjuti.


