
Plt. Kalaksa BPBPK Prov. Kalteng Erlin Hardi
Kalteng –IB – Curah Hujan cukup tinggi beberapa Minggu ini diProvinsi Kalteng, mengakibatkan Sebagian wilayah kalteng banjir,serta meluapnya air sungai hingga masyarakat yang tinggal pinggiran Sungai Alami banjir.
Plt. Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Prov. Kalteng Erlin Hardi mengatakan di sebagian besar sejumlah Kabupaten mengalami bencana banjir. Hal ini disampaikan Erlin Hardi kepada MMC dari ruang kerjanya, Rabu (01/9/2021).

Banjir di wilayah Prov. Kalteng
Selanjutnya Erlin Hardi menyampaikan kondisi umum dibeberpa kabupaten diantaranya; Bencana banjir di Kabupaten Katingan per 31 Agustus 2021, dilaporkan bahwa pada tanggal 24 Agustus s/d 23 September 2021 berstatus tanggap darurat.
Penyebab banjir dikarenakan hujan dengan intensitas yang tinggi di wilayah hulu kecamatan Katingan Tengah dan luapan DAS sungai samba dan sungai Katingan.
Bencana banjir terjadi 12 Kecamatan, dengan 61 Desa, 10.521 unit rumah terendam, serta 11.804 KK dan 13.781 Jiwa yang terdampak. Sebanyak 12 Kecamatan yang terdampak diantaranya Kecamatan Katingan Hulu, Kecamatan Petak Malai, Kecamatan Marikit, Kecamatan Senaman Mantikei, Kecamatan Katingan Tengah, Kecamatan Pulau Malan, Kecamatan Tewang Senggalang Garing, Kecamatan Katingan Hilir, Kecamatan Tasik Pawayan, Kecamatan Kamipang, Kecamatan Katingan Kuala dan Kecamatan Mendawai.
Adapaun Bencana banjir di Kabupaten Pulang Pisau per 01 September 2021. Banjir terjadi di beberapa Desa di Kecamatan Banama Tingang diantaranya Desa Lawang Uru, Desa Hurung Desa Hanua, Desa Ramang, Desa Pahawan dan Desa Tambak dengan tinggi Debit Air -+150 cm. Banjir juga terjadi di beberapa Desa di Kecamatan Kahayan Tengah yakni di Jalan Lintas Trans Kalimantan Desa Tanjung Sangalang dan Desa Penda Barania serta Desa Balukon Seberang.
Sementara, Bencana banjir di Kabupaten Kotawaringin Barat per 01 September 2021 berstatus tanggap darurat bencana banjir. Wilayah yang terdampak bencana banjir yakni di Kecamatan Arut Utara. Di Kecamatan Arut Utara terdapat 8 Desa yang terdampak. Kecamatan Kotawaringin Lama turut mengalami bencana banjir yang mengakibatkan 2 desa dan 1 Kelurahan yang terdampak.
Di Kabupaten Kotawaringin Timur per 31 Agustus 2021, banjir terjadi di 6 Kecamatan, 51 Desa. Adapun masyarakat yang merasakan dampak dari banjir ini yakni sebanyak 4.358 KK dan 10.585 Jiwa. Wilayah terjadi banjir di Kecamatan Telaga Antang, Kecamatan Mentaya Hulu, Kecamatan Bukit Santuai, Kecamatan Antang Kalang, Kecamatan Tualan Hulu dan Kecamatan Kota Besi.
Dalam merespon bencana alam di Prov. Kalteng Gubernur Kalteng H. Suginto Sabran memerintahkan Dinas Terkait untuk melakukan koordinasi yang intens dan optimalisasi peran Pemerintah Kabupaten, dalam penanganan banjir dan dampaknya.
Tentunya Pemerintah Provinsi akan melakukan langkah dan upaya terutama penanganan dampak banjir di Daerah yang tidak terjadinya penanganannya oleh pihak kabupaten.
Upaya-upaya yang dilakukan Pemda melalui BPBD Kabupaten yang mengalami bencana alam yakni mendistribusikan bantuan sembako kepada korban terdampak banjir, melakukan Koordinasi dengan pIhak Desa dan kecamatan terkait dan melakukan pendataan di lokasi terdampak banjir serta melakukan pemantauan dan pendataan di lokasi terdampak banjir.
Sementara itu Dinas Sosial Prov. Kalteng juga telah menyiapkan dan mensiapsiagakan Sumber Daya Manusia (SDM) penanggulangan bencana bidang perlindungan sosial yaitu Taruna Siaga Bencana (TAGANA), mengkoordinasikan dengan Dinas Sosial Kabupaten/Kota agar mempersiapkan logistik bencana melalui dana APBD Kabupaten/Kota, didukung sepenuhnya oleh Pemprov untuk distribusi bantuan sosial ke wilayah-wilayah yang belum terjangkau bantuan dari Kabupaten/Kota.
“Sinergitas Pemprov dan Pemkab dalam penanganan wilayah yang terdampak banjir, berjalan dengan baik dan terus dilakukkan semnagat kebersamaan”, tutur Erlin Hardi. (

