Dukung Program Transmigrasi Bupati Pulpis Ikuti Audensi

Pulang Pisau -IB- Bupati Pulang Pisau (Pulpis) H. Edy Pratowo mengikuti audensi antara Pemerintah Daerah dengan Direktorat Jendral Penyiapan Kawasan dan Pembangunan Pemukiman Transmigrasi (PKP2 Trans). Rabu, 24Juni 2020.

Kegiatan tersebut dalam rangka mendukung data program Transmigrasi berbasis intensifikasi dan ekstensifikasi untuk mendukung Ketahanan Pangan atau food estate.

Bupati mengatakan, Pulpis diberikan kepercayaan oleh Pemerintah Pusat seperti yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian bahwa penetapan Kalimantan Tengah (Kalteng) sebagai food estate mengalahkan 3  Provinsi lainnya diantaranya Sumatra Selatan, Kalimantan Timur dan Papua.

Karena Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo memberikan satu jawaban, yaitu Kalteng memiliki lahan yang cukup luas sehingga berpotensi untuk dijadikan pengembangan Ketahanan Pangan.

”Ini juga sekaligus menjawab yang setiap tahun resiko dari sebuah bencana kekeringan yaitu Kebakaran Hutan dan Lahan, dimana adanya Karhutla itu bapak Presiden RI sampai dua kali datang pada tahun 2015 ke Kabupaten Pulpis, dan kami diskusi dengan bapak Presiden bahwa salah satunya lahan itu harus di usahakan/ dikerjakan dan dimaksimalkan dengan melihat kearifan lokalnya,” terang Edy Pratowo.

Jika program itu bisa terwujud, maka menurutnya pihaknya meyakini dengan luasan yang ada pihaknya mampu, karena yang dikerjakaan itu adalah lahan yang sudah eksisting hanya dengan peningkatan – peningkatan yang ada untuk pertanian daerah dalam arti luas.

Senada dengan Bupati Pulpis, Direktur Penataan Persebaran Penduduk, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI Anto Pribadi didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Rivanus Syahril Tarigan mengatakan, ada 12.400 hektar yang sudah melalui penafisan peta di tingkat Pusat yang cocok untuk persawahan di luar Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), dan diluar masalah Kehutanan.

”Untuk masyarakat Transmigrasi ini, kuotanya kita usulkan untuk inisiatif baru itu sekitar 20.000 Kepala Keluarga (KK), untuk Kabupaten Pulpis dan Kabupaten Kapuas. Dengan persentase 70 luar – 30 lokal,” tegasnya.

Program Transmigrasi itu, kata Anto Pribadi, akan dilaksanakan pada Tahun 2021, dan di tahun 2020 ini menurutnya akan dilaksanakan oleh Kementerian PUPR terebihdahulu untuk Instensifikasi.

Ia membeberkan, untuk luasan intensifikasi seluas 85.000 hektar, dan untuk ekstensifikasi seluas 79.000 hektar, namun data tersebut masih didalami oleh pihaknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *