Sejumlah Wilayah di Kalteng Berada Pada Tingkat ISPU yang Tinggi

ISPU Kalteng Capai 563, 135 Sekolah Beralih ke BDR di Tengah Kabut Asap Karhutla

Pemantauan kualitas udara menunjukkan sejumlah wilayah berada pada tingkat ISPU yang tinggi

PALANGKA RAYA –http://Inovasiborneo.co.id Kondisi kualitas udara di Kalimantan Tengah kembali menunjukkan tingkat yang mengkhawatirkan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan update terbaru pada Kelas Digital Huma Betang (https://kelashumabetang.id/posko-karhutla) melalui Posko Darurat Karhutla pada hari Selasa 22 September 2026 pukul 12.35 WIB, rata-rata Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kalteng mencapai 563 atau masuk kategori Berbahaya. Selasa (22/9/2026).

Dashboard tersebut memantau kondisi pendidikan di 14 kabupaten/kota dengan cakupan 424 satuan pendidikan. Dari pemantauan tersebut, tercatat 135 satuan pendidikan atau sekitar 32 persen telah dialihkan ke Belajar Dari Rumah (BDR) daring penuh sebagai respons terhadap kondisi kabut asap yang dinilai tidak memungkinkan untuk pembelajaran tatap muka normal.

Sementara itu, sebanyak 9 satuan pendidikan masih melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) normal, sedangkan sejumlah satuan pendidikan lainnya menerapkan skema pembelajaran terbatas dengan penyesuaian terhadap kondisi kualitas udara di wilayah masing-masing. Dashboard juga mencatat 273 kelas virtual live yang menjadi bagian dari pelaksanaan pembelajaran daring selama kondisi darurat.

Pemantauan kualitas udara menunjukkan sejumlah wilayah berada pada tingkat ISPU yang tinggi. Kabupaten Gunung Mas tercatat 2.373 PM10, Kotawaringin Timur 1.197 PM10, Barito Selatan 771 PM10, Murung Raya 586 PM10, dan Kota Palangka Raya 581 PM10. Sementara wilayah lainnya seperti Katingan tercatat 468 PM2.5, Barito Utara 429 PM2.5, serta Barito Timur 366 PM2.5.

Pada wilayah lain, Kabupaten Lamandau tercatat 239 PM2.5, Sukamara 231 PM2.5, Kotawaringin Barat 170 PM2.5, Pulang Pisau 169 PM2.5, Kapuas 165 PM2.5 dan Seruyan 160 PM2.5. Dashboard secara otomatis menampilkan rekomendasi moda belajar berdasarkan kondisi udara, mulai dari PJJ/BDR daring penuh hingga PTM terbatas dengan penggunaan masker.

Dampak kondisi udara juga terlihat dari laporan kesehatan. Hingga pembaruan pukul 12.35 WIB, tercatat 339 murid terdampak ISPA atau gangguan pernapasan berdasarkan pemantauan UKS/fasilitas kesehatan. Angka tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam pelaksanaan kebijakan pembelajaran yang menempatkan kesehatan dan keselamatan warga sekolah sebagai prioritas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *