10.700 Personil Gabungan dan Armada Udara Dikerahkan ke Beberapa Titik Kejadian Karhutla

Intensifkan Pemadaman Karhutla Kalteng, 10.700 Personil Gabungan dan Armada Udara Dikerahkan ke beberapa Titik Kejadian

Regu Damkar 2 BPBPK terus berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan di area terdampak kebakaran lahan di Kereng Bangkirai, Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya.

Kalteng- http://Inovasiborneo.co.id– Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Kalimantan Tengah terus mengintensifkan operasi pemadaman secara terpadu melalui strategi darat dan udara. Penanganannya diprioritaskan pada titik-titik api aktif, terutama di kawasan lahan gambut yang memiliki tingkat kerawanan tinggi dan membutuhkan penanganan secara berlapis.

Posko Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah memusatkan dukungan operasional pada sejumlah titik kejadian dengan mengoptimalkan sinergi seluruh elemen pemadaman di lapangan. Operasi tidak hanya diarahkan untuk menyalakan api, tetapi juga dilanjutkan dengan proses pembakaran dan pembasahan guna mencegah munculnya kembali titik api.

Dalam operasi udara, sebanyak enam unit helikopter water bombing dikerahkan untuk melakukan pengeboman udara secara berkelanjutan. Armada tersebut terutama terkonsentrasi di kawasan gambut dalam yang sulit dijangkau oleh personel maupun peralatan pemadam kebakaran di darat.

Selain itu, satu unit pesawat digunakan untuk kegiatan patroli udara sekaligus mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Pesawat C208B EX/PKFPU telah melakukan penyemaian bahan semai berupa NaCl dengan total 1.000 kilogram di wilayah Kabupaten Barito Utara dan Kabupaten Barito Timur, pada ketinggian penerbangan sekitar 10.000 hingga 12.000 kaki.

Pesawat patroli juga dimanfaatkan untuk melakukan pemantauan dan analisis terhadap sebaran asap serta kondisi lapangan. Data hasil pemantauan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung penentuan strategi dan efektivitas operasi penanganan karhutla.

Sementara itu, operasi pemadaman darat melibatkan sekitar 10.700 personel gabungan yang terdiri atas unsur BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, TSAK, MPA, BPK swakarsa, serta diperkuat 43 regu pemadam dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Pemadaman diprioritaskan pada sejumlah sektor kritis dan strategi perimeter. Di Kota Palangka Raya, penanganan antara lain dilakukan di kawasan sekitar Bandara Tjilik Riwut, Jalan Adonis Samad, Jalan Bakung Merang, Jalan Yos Sudarso Ujung, Petuk Katimpun, Bukit Tunggal, dan Menteng. Penanganannya juga dilakukan di sejumlah kawasan perkebunan serta wilayah yang berada di perbatasan antarkabupaten.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *