Palangka Raya – Mewakili Gubernur Kalteng, Staf Ahli (Sahli) Gubernur Bidang Ekonomi,Keuangan dan Pembangunan Yuas Elko membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2024, bertempat Hotel Best Western Batang Garing Palangka Raya (Rabu, 34/ 12/2024).

Sahli Gubernur Yuas Elko saat membuka Rakor Pengendalian Inflasi Prov. Kalteng Tahun 2024
Sahli Yuas Elko saat membacakan Berbagai tertulis Gubernur mengatakan, situasi stabilitas harga bahan pangan pokok di Kalimantan Tengah hingga menjelang akhir tahun 2024 masih relatif terkendali. Hal tersebut karena sinergi bersama pihak terkait telah berjalan cukup baik.
“Meskipun harga-harga cukup terkendali, namun ada beberapa yang masih menjadi perhatian pemerintah, di antaranya produk-produk yang bergantung pada musiman dimana Kalteng masih mengandalkan pasokan dari luar daerah”, ucapnya.
Diungkapkannya, laju inflasi Kalimantan Tengah dari tahun ke tahun masih sangat dipengaruhi oleh kelompok bahan makanan strategis ( volatile food ). Berdasarkan data BPS, Kalimantan Tengah mengalami inflasi Y-on-Y 1,02%, dimana capaian inflasi Kalteng lebih rendah dari capaian nasional yang mengalami inflasi Y-on-Y 1,55% pada bulan November 2024.
Hingga akhir November 2024, harga sebagian besar bahan makanan menunjukkan stabil, kecuali komoditas bawang merah, bawang putih, dan daging ayam ras yang menunjukkan kenaikan harga dan rawan terjadi tekanan inflasi, “maka situasi terkait peningkatkan beberapa harga bahan pokok tersebut akan menjadi perhatian dan akan terus dijaga agar tidak naik, supaya harganya tetap stabil hingga Natal, Tahun Baru 2025 dan seterusnya”, ungkap Yuas.
“Dengan situasi seperti ini keberadaan pangan harus tetap dijaga dan diharapkan Dinas/Instansi terkait termasuk Tim Satgas Pangan dan TPID Provinsi dan Kabupaten/Kota tetap proaktif memantau pergerakan harga dan ketersediaan bahan pokok serta memberikan informasi terkini”, imbuhnya.
Menurut Yuas, sampel inflasi Tahun 2024 di Provinsi Kalimantan Tengah terdapat 3 (tiga) Kabupaten dan 1 Kota yaitu (Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Timur, Sukamara dan Kapuas), sehingga pertemuan ini dipandang sangat strategis. Diharapkan pemerintah dapat mengupayakan langkah-langkah antisipasi secara dini dan terkoordinasi melalui kebijakan yang tepat, sehingga tidak terjadi gejolak dimasyarakat akibat meningkatnya permintaan dalam menghadapi hari-hari besar keagamaan nasional.
Lebih lanjut ia mengungkapkan, walaupun Ketersediaan Pangan sebagian besar cukup bahkan surplus, namun karena pada bulan HBKN (Hari Besar Keagamaan Nasional) komoditas tersebut mengalami defisit sehingga perlu dilakukan langkah-langkah antisipasi agar tidak terjadi penambahan harga dengan melaksanakan sidak pasar dan Gerakan Pangan Murah

