Kalteng http://inovasiborneo.co.id-Dalam rangka penguatan imunisasi dan pelaksanaan surveilans Acute Flaccid Paralysis (AFP) di Provinsi Kalimantan Tengah serta pelaksanaan OBRA,
Kepala Dinas Kesehatan Prov Kalteng Suyuti Syamsul . mengatakan bahwa Polio merupakan salah satu dari beberapa penyakit yang dapat dibasmi. Strategi untuk membasmi polio didasarkan atas pemikiran bahwa virus polio akan mati bila disingkirkan dari tubuh manusia dengan cara pemberian imunisasi rutin polio.telah dilakukan serangkaian kegiatan baik pertemuan secara luring maupun melewati media bold yang rutin dalam rangka penguatan dan penyegaran terkait pelaksanaan imunisasi dan penemuan kasus AFP, ” jelasnya.Selasa,3 Desember 2024.

Foto Bersama
Capaian PIN Polio Provinsi Kalimantan Tengah untuk dosis I dengan capaian 90,3 % dan capaian dosis II sebanyak 87,8%. Kinerja surveilans AFP Tahun 2024 dengan penemuan kasus AFP 42 kasus (77%) dari target yang ditetapkan Kementerian Kesehatan yaitu sebanyak 54 kasus, dengan angka non polio AFP rate sebanyak 1,55 (target 3/100.000 anak usia
“Menindaklanjuti seluruh rangkaian upaya pelaksanaan penanggulangan KLB Polio, akan dilakukan OBRA oleh tim independen global. Kegiatan OBRA ini dilaksanakan salah satunya untuk menilai apakah respon imunisasi dan surveilans yang telah dilakukan cukup adekuat untuk mendeteksi dan menghentikan penyebaran virus Polio, serta mengidentifikasi upaya tindak lanjut yang diperlukan untuk mengatasi tantangan yang ada,” tutupnya.

