Tingkat infalsi di Kalimantan Tengah Masih Berada di 10 besar terendah se Indonesia,

KALTENG-http://inovasiborneo.co.id.-Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam paparannya menyampaikan, bahwa inflasi bulan Maret yang bertepatan dengan momen Ramadan lebih tinggi bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya dan bulan yang sama di tahun lalu.

Sedangkan inflasi tahunannya lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya,“tingkat inflasi beberapa komoditas, pada Maret 2024 yaitu : Telur Ayam Ras 9,40%, Daging Ayam Ras 5,64%, Beras 2,06%, Cabai Rawit, 7,46%, dan Bawang Putih 2,33%” ujarnya.

“Setiap daerah mengalami perkembangan harga yang variatif, sehingga belum bisa disimpulkan secara agregat nasional. Masih menunggu perkembangan harga di minggu ke-4 April” sebut Amalia.

“Komoditas yang paling sering memberikan andil inflasi pada momen idulfitri adalah tarif angkutan udara, daging ayam ras dan daging sapi” imbuhnya.

Berdasarkan pemantauan harga SP2KP, pada minggu ketiga April 2024 ini beberapa komoditas pangan yang harganya meningkat dan perlu diwaspadai karena terjadi penambahan jumlah kabupaten/kota adalah bawang merah, bawang putih, minyak goreng, daging ayam ras, dan gula pasir, “sedangkan beras berangsur turun sampai dengan M3 April 2024, seiring dengan masuknya periode panen raya sepanjang Maret – April 2024” tandasnya.

Mewakili Gubernur Kalteng, Asisten Ekbang Hadiri Rakor Pengendalian Inflasi bersama Mendagri RI secara Virtual

Peserta Rakor di Ruang Rapat Bajakah I Kantor Gubernur Kalteng

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Sri Widanarni saat menghadiri rakor mengatakan, sesuai hasil paparan yang disampaikan bahwa pada Bulan Maret 2024, tingkat infalsi di Kalimantan Tengah masih berada di 10 besar terendah se Indonesia, yaitu sebesar 2,72%. “Hal ini patut kita syukuri bersama karena inflasi di Kalteng masih terkendali, walaupun pada minggu ketiga bulan April kondisi Kalteng secara riilnya mengalami kenaikan, namun kita belum masuk yang tertinggi tingkat inflasinya” kata Sri.

Menurutnya, beberapa hal yang harus dicermati bersama dan langkah-langkah yang harus dilakukan ke depan, terkait dengan kondisi global kembali yakni hubungan antara Iran dan Israel yang berdampak pada sumber bahan bakar (minyak bumi). Dengan adanya kenaikan minyak, dapat dipastikan berdampak kepada harga-harga lainnya, sehingga akan terjadi inflasi.

“Kiranya Dinas terkait bisa memikirkan suatu inovasi yang lebih baik lagi untuk masa yang akan datang, sehingga Kalteng bisa berdaulat pangan dan tidak lagi ketergantungan dengan luar. Oleh karena itu tim TPID diharapkan bersinergi bersama-sama untuk memikirkan kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan di masa yang akan datang” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *