KALTENG-http://inovasiborneo.co.id-Kepala Bappedalitbang Leonard S. Ampung dalam laporannya menyampaikan tujuan pelaksanaanKonsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Tahun 2025 ini adalah menjaring aspirasi untuk penyempurnaan Rancangan Awal RKPD Prov. Kalteng Tahun 2025 dari Perangkat Daerah dan Pemangku Kepentingan serta menjaring aspirasi terkait permasalahan pembangunan daerah, isu strategis, prioritas pembangunan daerah dan arah kebijakan pembangunan di Prov. Kalteng.
“Hasil konsultasi publik ini menjadi bahan penyempurnaan rancangan awal Renja Perangkat Daerah”, pungkasnya.
Penyusunan RKPD Tahun 2025 ini beberapa arahan yang harus menjadi perhatian terutama bagi perangkat daerah Provinsi terutama dalam perencanaan tahun 2025 dan seterusnya yakni pertama, kualitas Sumber Daya Manusia Kaltrng yang mempunyai daya saing bukan hanya nasional akan tetapi juga internasional harus tetap menjadi perhatian utama kita, sehingga pembangunan bidang Pendidikan dan Kesehatan akan terus didorong, baik itu pembangunan sarana prasarananya, maupun peningkatan kapasitas SDM pengelolanya.
Kedua, hilirisasi sudah menjadi prioritas dalam pembangunan nasional, sehingga kita harus mendukung hal tersebut, karena akan meningkatkan nilai tambah yang akan berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Perlu kesiapan kita semua, terkait dengan penanaman modal, perijinan, ESDM, perindustrian, perdagangan, maupun pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, kelautan yang bertanggung jawab dalam pengembangan dan peningkatan produksi serta ketersedian bahan baku/komoditas bagi industri serta bidang dan sektor lain,
Ketiga, pembangunan infrastruktur harus diikuti juga dengan upaya untuk mempertahankan kualitas infrastruktur tersebut, sehingga dapat digunakan dengan baik, untuk memperlancar arus barang/jasa, disamping untuk mendukung ketertarikan investor untuk menanamkan modalnya di Kalteng dan terakhir, pembangunan sarana dan prasarana produksi yang telah dilaksanakan agar didukung juga dengan menjamin ketersediaan bahan bakunya, misalnya pabrik pakan ternak, harus memperhatikan ketersedian bahan baku, salah satunya mendorong peningkatan produksi jagung. Selain itu juga bagaimana sektor lain juga dapat terlibat dalam upaya pemasaran hasilnya.”Ini juga menjadi perhatian dalam upaya penanggulangan dan menekan angka inflasi”, tandasnya.


