
Asisten Adum Sri Suwanto saat menyampaikan arahan pada kegiatan Rapat Koordinasi PPID Prov. Kalimantan Tengah
http://inovasiborneo.co.id – Bandung – Asisten Administrasi Umum (Adum) Setda Prov. Kalteng membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pejabat Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi (PPID) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2023, bertempat Ballroom Masjid Agung Trans Studio Bandung, Jawa Barat, Senin (19/6/2023) malam.
Asisten Adum Sri Suwanto dalam arahan singkatnya menuturkan bahwa, rangkaian kegiatan Kaji Banding PPID Prov. Kalteng ini tentu mempunyai manfaat sangat besar, karena seperti kita ketahui Jawa Barat termasuk provinsi terbaik dalam masalah pengelolaan informasi dan dokumentasi.
“Sehingga kita bisa mengadopsi apa yang ada di Jawa Barat dan nantinya bisa dilaksanakan di Kalimantan Tengah” tuturnya.
Selain itu ia mengatakan, “harus kita sadari bahwa sistem digital merupakan salah satu sistem yang nantinya akan mempermudah di dalam kegiatan kita sehari-hari, tentunya hal ini akan bermanfaat ketika kita bisa memberikan informasi kepada masyarakat” kata Sri.
Sri juga menerangkan, ketika kita ketahui informasi sebagai sumber data yang baik dalam pelaksanaan sehari-hari, tentu kita tidak akan salah menerima informasi, dan menjadikan pedoman di dalam tindakan-tindakan berikutnya.
“Saya berharap sekali teman-teman bisa menjadi pencetus (trigger), yang sepulang dari sini bisa memberikan penjelasan kepada pimpinannya masing-masing khususnya bupati/walikota, agar adanya dukungan/komitmen bersama, khususnya terhadap penambahan penganggarannya” tutupnya.

Pada kesempatan yang sama Kadis Kominfosantik Prov. Kalteng Agus Siswadi dalam laporannya mengungkapkan, bahwa rakor malam ini merupakan kelanjutan dari Kaji Banding yang telah dilaksanakan sejak pagi harinya.
“Pada malam hari ini, kita akan mendengarkan paparan dari Ketua Komisi Informasi (KI) Prov. Kalteng, juga dari perwakilan Kota Palangka Raya yang meraih predikat informatif, sehingga kita bisa sharing dan berdiskusi bersama, dalam rangka komitmen kita untuk meningkatkan kualitas pelayanan dari PPID kita” ungkap Agus.
“Betul kita informatif tapi masih urutan ke 11, sementara Jawa Barat diurutan ke 2. Mudah-mudahan tahun ini kita bisa naik kelas, semuanya sangat tergantung dari OPD dan kabupaten/kota. karena nilainya akumulatif baik dari kabupaten/kota dan juga dari PPID pelaksana yang ada di perangkat daerah masing-masing” pungkasnya.

