
Asisten Bidang Ekbang saat membuka FGD Sinkronisasi Data Blankspot dan Permasalahan di Kalimantan Tengah tahun 2023
Kalteng – http://inovasiborneo.co.id – Asisten Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi dan Pembangunan membuka acara Focus Group Discussion (FGD) Sinkronisasi Data Blank spot dan Permasalahan di Kalimantan Tengah tahun 2023, bertempat Aula Kantor Bappedalitbang Prov. Kalteng, Kamis (16/3/2023).
Dalam sambutan tertulis Sekretaris Daerah Prov. Kalteng yang dibacakan oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Prov Kalteng Leonard S. Ampung sekaligus membuka acara mengatakan atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengapresiasi pelaksanaan FGD ini, untuk bersama-sama mendiskusikan tentang sinkronisasi data Bank spot dan permasalahannya di Kalimantan Tengah, dalam rangka percepatan transformasi digital sesuai arahan Presiden RI.
Memperhatikan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014, tentang Pemerintahan Daerah yang menyebutkan bahwa kewenangan urusan Pos dan Telekomunikasi berada pada pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kominfo RI, hal ini juga terkait dengan pembangunan menara telekomunikasi atau yang dikenal dengan Base Transceiver Station (BTS) kewenangan berada di pemerintah pusat, sedangkan tusi telekomunikasi yang berada di Pemerintah Provinsi maka ada beberapa permasalahan yang sering terjadi di lapangan antara lain “belum sinkronnya data jumlah menara telekomunikasi pada desa/wilayah, baik yang sudah ada maupun yang belum ada (Blank spot) antara pemerintah pusat dan daerah” sebutnya.
Hal ini tentu menjadi masalah, karena adanya perbedaan data yang nantinya dapat mempengaruhi pengambilan kebijakan. “Diharapkan melalui forum ini, akan ada evaluasi dalam rangka optimalisasi data menara telekomunikasi maupun data desa/wilayah blankspot di Kalteng, guna mendukung terwujudnya Kalteng Merdeka Sinyal 2024” harapnya.

Kadis Kominfosantik Prov Kalteng tengah menyampaikan laporan kegiatan FGD
Senada dengan itu Kepala Dinas Kominfosantik Prov Kalteng Agus Siswadi dalam laporannya menyampaikan tujuan dilaksanakannya FGD ini, untuk meningkatkan kemajuan bagi masyarakat dan desa/wilayah sehingga dapat menikmati layanan telekomunikasi dan internet sampai ke pelosok desa, serta meningkatkan koordinasi dinas Kominfo Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pusat, terkait sinkronisasi data blank spot dan permasalahannya di Kalteng” ucapnya.
Dalam paparannya ia juga menyebut berdasarkan data dari Ditjen PPI Kemenkominfo RI tahun 2022, jumlah menara telekomunikasi yang telah dibangun tahun 2021 sebanyak 62 unit dan tahun 2022 sebanyak 517 unit, yang tersebar di 13 kabupaten dan satu kota di Kalteng sehingga total menara yang ada sekarang berjumlah 579 unit.

