BPKP Kalteng Bangun Paradigma Pemberantasan Korupsi di Lingkungan PDAM Melalui MPAK

Kotawaringin Timurhttp://Inovasiborneo.co.id – – Kepala Perwakilan BPKP Kalteng Bambang Ari Setiono hadir sebagai narasumber dalam FGD pengembangan Masyarakat Pembelajaran Anti Korupsi (MPAK) pada Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) Provinsi Kalimantan Tengah. FGD yang digelar di Kantor Perumdam Tirta Mentaya Sampit tersebut diadakan guna membangun paradigma yang menempatkan pembelajaran anti korupsi sebagai faktor kunci keberhasilan pemberantasan korupsi di lingkungan PDAM/Perumdam.06/12/2022.

Dalam paparannya Kaper BPKP Kalteng menyampaikan bahwa MPAK merupakan satu dari empat strategi pencegahan korupsi terintegrasi yang dilakukan oleh BPKP dalam menangani permasalahan di lingkungan PDAM/Perumdam. Adapun tiga strategi lainnya yakni: Good Corporate Governance, Risk Management, serta Fraud Control Plan. Selanjutnya beliau menyebut sejumlah permasalahan yang kerap terjadi di lingkungan PDAM/Perumdam seperti permasalahan pelaporan berupa salah saji laporan keuangan, pelaporan aset dan persediaan tidak mencerminkan kondisi riil, serta pengambilan keputusan oleh pejabat yang tidak berwenang.

Kemudian permasalahan layanan seperti pembebanan biaya penggunaan air kepada pelanggan tidak sesuai dengan penggunaan riil, penetapan status tarif pelanggan tidak sesuai ketentuan, pembebanan biaya kepada pelanggan di luar biaya resmi, dan kualitas produksi air tidak sesuai dengan standar. Adapun yang terakhir adalah permasalahan aset berupa proses pengadaan barang/jasa tidak dilaksanakan sesuai ketentuan, penyalahgunaan aset, pelaksanaan kerja sama kemitraan yang tidak efektif-efisien-ekonomis, maladministrasi perolehan hibah, serta rekrutmen dan penempatan pegawai tidak sesuai kebutuhan.

Oleh karena itu menurut beliau FGD yang digelar oleh Perpamsi selaku pemilik risiko korupsi ini sangat penting agar dapat menghasilkan output berupa terbentuknya Komunitas Pembelajar Anti Korupsi (KomPAK), tercipta komitmen untuk membangun sistem pengendalian kecurangan dengan penekanan pada sistem whistleblowing dan mengembangkan budaya organisasi anti korupsi, meningkatkan pemahaman mengenai korupsi dan anti korupsi, serta membangun kepedulian agar dapat berperan aktif dalam upaya pemberantasan korupsi melalui peningkatan kapabilitas pengelolaan risiko fraud/korupsi.

Kegiatan FGD pengembangan MPAK pada PDAM/Perumdam se-Kalimantan Tengah ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur Fajrurrahman serta dihadiri oleh pengurus pusat dan daerah Perpamsi, 14 Direktur PDAM/Perumdam se-Kalteng, Dewan Pengawas Perumdam Tirta Mentaya Sampit, dan Korwas Bidang Investigasi BPKP Kalteng Suyadi.***(

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *