KALTENG http://Inovasiborneo.co.id-Kepala BPS Kalteng Eko Marsoro di Palangka Raya, Kamis, mengatakan bahwa terjadinya inflasi gabungan dua kota acuan itu karena adanya kenaikan indeks harga pada kelompok transportasi 1,09 persen, kesehatan 0,47 persen, perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,37 persen, serta perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,21 persen.

Hal tersebut disampaikan saat mengikuti rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kalteng bertempat di Aula Eka Hapakat Kantor Gubernur Kalteng, Jumat (2/12/2022).
“Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran juga menjadi pemicu dengan angka 0,14 persen, kelompok pakaian dan alas kaki 0,05 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 0,04 persen, serta dan kelompok makanan, minuman dan tembakau 0,02 persen,” tambahnya.
Dikatakan, Perkembangan harga berbagai komoditas pada November 2022 secara umum di Kota Palangka Raya menunjukkan adanya peningkatan. Di mana hasil pemantauan BPS, pada November 2022 di Kota Palangka Raya terjadi.
Dikatakan, Perkembangan harga berbagai komoditas pada November 2022 secara umum di Kota Palangka Raya menunjukkan adanya peningkatan. Di mana hasil pemantauan BPS, pada November 2022 di Kota Palangka Raya terjadi inflasi sebesar 0,21 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 114,37 pada Oktober 2022 menjadi 114,61 pada November 2022.
Inflasi bulanan (0,21 persen) di Kota Palangka Raya terjadi karena kenaikan nilai indeks harga konsumen di beberapa kelompok pengeluaran, yaitu kelompok transportasi (1,66 persen), kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (0,42 persen), kelompok kesehatan (0,39 persen), kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga (0,36 persen), kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran (0,15 persen), dan kelompok pakaian dan alas kaki (0,02 persen).

