APBN Tahun 2023 dirancang Untuk Tetap Menjaga Optimisme Pemulihan Ekonomi

Palangkaraya,http://inovasiborneo.co.id-. Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran, didampingi Sekda Nuryakin dan Kepala Kanwil Dirjen Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Tengah Hari Utomo, menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) Tahun anggaran (TA) 2023. Jumat,2 Desember 2022.

Acara berlangsung di Aula Jayang Tingang Palangka Raya ini sekaligus sebagai symbol dari dimulainya pelaksanaan APBN Tahun 2023.

Tahun 2023 adalah tahun keempat pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), di mana pada 3 tahun pertama-nya, Indonesia dan dunia dihadapkan pada tantangan Pandemi Covid-19 yang sungguh luar biasa.

Indonesia alhamdulillah dapat menangani dan mengelola dampak pandemi tersebut secara sangat baik dibandingkan dengan banyak negara di dunia.

Dalam hal ini, APBN menjadi instrumen yang sangat penting dan diandalkan ketika seluruh sektor perekonomian mengalami guncangan akibat pandemi Covid-19.

Perkembangan Ekonomi 2022 dan Proyeksi 2023.Pada tahun 2022 ini, perekonomian Provinsi Kalimantan Tengah terus menunjukkan tren positif dengan angka pertumbuhan yang selalu berada di atas 6,5%, dengan capaian pada kwartal III 2022 sebesar 6,74% (yoy).

Kondisi inflasi pada bulan November 2022 relatif moderat pada angka 6,97% (yoy), dan terus menunjukkan penurunan jika dibandingkan dengan kondisi bulan September 2022

sebesar 8,12% (yoy) dan bulan Oktober sebesar 7,10% (yoy). Selain itu, neraca perdagangan sepanjang tahun 2022 terus mengalami

surplus karena adanya peningkatan aktivitas ekspor yang didukung dengan tingginya harga komoditas unggulan Kalimantan Tengah. Untuk itu, tren perbaikan tersebut harus terus kita jaga dan tingkatkan melalui sinergi dan koordinasi antar instansi, baik pusat maupun daerah.

Dengan capaian tersebut, optimisme proses pemulihan ekonomi harus terus dijaga dengan tetap waspada terhadap risiko global yang berasal dari faktor geopolitik, penerapan zero covid policy di RRT, maupun dampak pengetatan kebijakan moneter di negara maju untuk pengendalian inflasi yang berpotensi mengakibatkan pelemahan ekonomi global, peningkatan suku bunga global, memicu aliran modal keluar dan menimbulkan tekanan terhadap nilai tukar.

Dalam hal ini,risiko ekonomi telah bergeser dari masalah kesehatan menjadi guncangan finansial global yang membutuhkan respons berbeda dan kewaspadaan yang tinggi.

Sampai dengan akhir November 2022, realisasi Pendapatan APBN regional Kalimantan Tengah tercatat sebesar Rp 7,93 Triliun atau 114% dari target sebesar Rp 6,96 Triliun, sedangkan realisasi belanja tercatat sebesar Rp 21,28 Triliun atau 91.2% dari total alokasi sebesar Rp 23,34 Triliun.

Hal ini menunjukan tren yang cukup baik dan menggambarkan bahwa APBN masih terus diperlukan sebagai instrumen pemulihan ekonomi dan stabilisasi mengatasi gejolak perekonomian.

Kinerja belanja APBN yang baik tersebut terjadi secara merata, baik untuk belanja Satuan Kerja Kementerian Negara/ Lembaga, maupun belanja Transfer ke Daerah yang menjadi komponen APBD lingkup Provinsi Kalimantan Tengah. Kondisi ini harus dipelihara sampai akhir Tahun Anggaran 2022, sehingga memberikan basis yang kokoh untuk pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2023.

Target tersebut didukung oleh pelaksanaan reformasi Perpajakan dan pelaksanaan UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan untuk memperkuat fondasi perpajakan yang lebih adil dan efektif untuk mendukung pendanaan pembangunan secara sehat dan berkelanjutan.

Sedangkan Belanja Negara Tahun Anggaran 2023 ditetapkan sebesar Rp3.061,2 triliun yang terdiri dari Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp2.246,5 triliun dan Transfer ke Daerah sebesar Rp814,7 triliun.

Belanja Negara berkenaan diarahkan untuk mendukung pemulihan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui sejumlah fokus anggaran, yaitu: belanja pendidikan dan kesehatan untuk membangun SDM unggul dan produktif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *