KALTENG-KTT G20 merupakan pertemuan puncak tingkat Kepala Negara/ Pemerintahan. Rapat forum kerjasama multilateral ini terdiri dari 19 negara utama (Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Perancis, Tiongkok, Turki) dan Uni Eropa dengan kategori kelas negara dengan pendapatan menengah dan tinggi serta negara berkembang hingga negara maju. Indonesia merupakan satu-satunya negara ASEAN yang berada dalam forum G20.
Pengalaman selama bertugas pada KTT G20 sangat mengesankan. Siaran pers terus berdatangan untuk diterjemahkan sementara waktu penerjemahan hanya 30 menit mengingat waktu pemberitaan harus terus berjalan 24 jam.
Setiap kedatangan para pemimpin negara, adanya berita dan foto baru dari tiap kunjungan, pertemuan bilateral, gala dinner, dan seterusnya, para penerjemah harus siap untuk segera menerjemahkan bahan yang sudah ditugaskan.
Dalam beberapa hari, tim harus bekerja sampai pukul 2 malam karena padatnya berita dan foto. Namun, kerja keras ini merupakan kebahagiaan karena dapat berkumpul dan bekerjasama dengan sesama penerjemah Pemerintah meskipun kelelahan.
Merupakan suatu kebanggaan bahwa penerjemah dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, dipercaya oleh Sekretariat Kabinet RI untuk berkontribusi bagi G20 Kemimpinan Indonesia melalui pelayanan penerjemahan/ penjurubahasaan.
Penerjemah Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tergabung dalam Ikatan Penerjemah Pemerintah Indonesia. Dengan bangga juga saya harus menyebutkan nama rekan-rekan penerjemah Kalimantan Tengah yang memiliki kompetensi dan semangat kerja tinggi seperti Ana Rahmawati (penerjemah Bahasa Inggris) dan Victoria (penerjemah Bahasa Jepang) yang bertugas di UPT. Museum Balanga, Febrina Natalia (penerjemah Bahasa Inggris) di Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kalteng, Gersom Leonardo Panjaitan (penerjemah Bahasa Inggris) di DM-PTSP Prov. Kalteng, dan Teophilia Nugrahanny (penerjemah Bahasa Inggris) di Dinas Perdagangan dan Perindustrian Prov. Kalteng.

KTT G20
Mengingat saat sebelum keberangkatan, saya bermohon izin untuk menyampaikan harapan kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar Kalteng) Provinsi Kalteng sebagai pimpinan, bahwa semoga penugasan dan kepercayaan ini dapat menjadi kebanggaan bagi Kepala Dinas, Disbudpar Kalteng (para pimpinan dan rekan-rekan), dan Pemprov. Kalteng.
Kemudian, secara pribadi saya menyaksikan sendiri kedigdayaan Indonesia dalam perannya di KTT G20 Bali. Indonesia berhasil mempertemukan negara-negara besar yang rentan konflik geopolitik dan ekonomi dan mengumpulkan para kepala negara untuk membahas agenda prioritas yang sangat berpengaruh pada masa depan dunia yaitu arsitektur kesehatan global, transformasi ekonomi digital, dan transisi energi. Indonesia menunjukkan kepemimpinannya untuk mendukung kebijakan global yang didasari oleh pembahasan isu global seperti penanganan pandemi, stabilitas keuangan, perubahan iklim, ketersediaan pangan, dan isu-isu strategis lainnya.
Saya bangga menjadi bagian sejarah menyaksikan proses dan menerjemahkan deklarasi upaya dan komitmen para kepala negara G20 pada KTT ini yaitu mempercepat dan memastikan transisi energi yang berkelanjutan, adil, terjangkau, dan investasi inklusif serta solusi mencapai stabilitas, transparansi, dan keterjangkauan pasar energi untuk menangani perubahan iklim (net zero emission) dan krisis energi, mendorong pemulihan ekonomi dan kesehatan, mempercepat transformasi ekosistem digital dan ekonomi digital, mendukung kesetaraan gender hingga pemberdayaan perempuan, memajukan sektor pariwisata, memastikan perlindungan dan pelestarian warisan budaya, dan seterusnya.
Pemahaman akan upaya dunia untuk pulih dan bangkit, melalui tugas sebagai penerjemah dan juru bahasa, membangkitkan harapan yang besar akan perbaikan dan kemajuan di seluruh lini. Pemulihan kesehatan dan ekonomi serta percepatan kemajuan pembangunan dan teknologi merata yang dihasilkan oleh kesepakatan G20 ini semoga membawa berkah terutama bagi Indonesia, tersebar merata hingga seluruh pelosok nusantara. (Foto:ist)

