http://Inovasiborneo.co.id-Pangkalan Bun – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov. Kalteng) menggelar safari Ramadan di Masjid Sirajul Muhtadin, Pasar Baru Pangkalan Bun, Kelurahan Baru, Kecamatan Arsel, Kabupaten Kotawaringin Barat, Sabtu (16/4/2022) sore.
Safari di Bulan Ramadan kali ini dalam rangka silaturahmi dengan Pemerintah Daerah sekaligus mendorong masyarakat melakukan vaksinasi lengkap hingga dosis ke tiga.
Kegiatan ini dipimpin Kepala Dinas Kesehatan Prov. Kalteng Suyuti Syamsul didampingi Tim Dinkes Prov. Kalteng yakni Kabid Kesmas Fery Iriawan, Kasi Kesga dan Gizi Hadrianadie, serta Pelaksana dari Dinkes Prov. Kalteng sebanyak 4 orang, Kepala UPT PPD Palangka Raya Maya Mustika dan Kepala UPT PPD Pangkalan Bun Rachman.
Safari Ramadan dihadiri Asisten Administrasi Umum Setda kabupaten Kotawaringin Barat H. Syahrudin, Camat Arsel, Lurah, Pemuka Agama, Ketua Masjid, Takmir Masjid, Ustaz M.Said, Penceramah Ustadz H.Ibrahim Syahid, Tokoh Masyarakat dan masyarakat Pasar Baru Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat
Pelaksanaan kegiatan Safari Ramadan Tahun 1443 H /2022 M diawali dengan Pembacaan Ayat Suci AL Quran, dilanjutkan dengan Sambutan Ketua Pengurus Masjid, Sambutan Gubernur Kalteng, Ceramah Agama, Buka Puasa Bersama, Penyerahan Bingkisan dan terakhir Salat Magrib Berjamaah.
Kepala Dinas Kesehatan Prov. Kalteng Suyuti Syamsul mendorong seluruh daerah untuk mempercepat program vaksinasi dengan memfokuskan suntikan kedua dan penguat (booster) utamanya bagi para lansia dan di tempat-tempat dengan interaksi tinggi.
Sebagaimana diketahui, Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit menerbitkan surat edaran yang ditujukan kepada dinas kesehatan provinsi, kabupaten, dan direktur rumah sakit di Indonesia untuk melaksanakan vaksinasi booster.
Surat Edaran tersebut bernomor HK.02.02/II/252/2022 tentang Vaksinasi Covid-19 Dosis Lanjutan (Booster). Sebagaimana yang telah disampaikan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Maxi Rein Rondonuwu mengatakan hasil studi menunjukkan telah terjadi penurunan antibodi pada 6 bulan setelah mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis primer lengkap, sehingga dibutuhkan pemberian dosis lanjutan atau booster untuk meningkatkan proteksi individu terutama pada kelompok masyarakat rentan.


