Pemerintah Menitik Beratkan 3 Fase Dalam Upaya Untuk Memperbaiki Kondisi Nasional Yang Lebih Baik

PALANGKA-IB. Dalam melakukan penanganan pandemi Covid-19, pemerintah menitikberatkan pada 3 fase, yaitu fase merespon, memperbaiki dan mempertahankan.

Melalui 3 fase ini, maka pemerintah berupaya memperbaiki kondisi nasional menjadi lebih baik, pandemi Covid-19 menjadi lebih terkendali dan memungkinkan masyarakat untuk dapat produktif dan terlindungi dari Covid-19. Demikian rilis yang dikeluarkan Tim Komunikasi Satgas Penanganan Covid-19 Kalteng, Rabu (8/9/2021). 

 Lebih jelasnya, merespon merupakan fase utama dari ketiga fase tersebut. Dilakukan pada sektor esensial dan melakukan adaptasi secara cepat, sehingga mitigasi dampak pandemi dapat dilakukan dengan baik. Seperti saat 11 bulan pertama pandemi dilakukan pengendalian yang bersifat merespon dengan memprioritaskan penanganan pada sektor esensial paling terdampak seperti kesehatan dan ekonomi. Dalam situasi merespon ini,

baik pemerintah dan masyarakat dituntut untuk bisa beradaptasi dengan sangat cepat. Mengingat situasi yang dinamis melalui kebijakan berskala nasional dan dilakukan secara serempak. Beberapa kebijakan saat itu ialah menjaring kasus agar penularan tidak meluas dan segera melandaikan kasus. 

Kemudian, meningkatkan kapasitas sistem kesehatan dengan fokus memenuhi kebutuhan kritis jangka pendek layaknya kebutuhan testing, tempat tidur maupun oksigen. Juga dengan komunikasi serta informasi kesehatan yang intensif demi meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kondisi kegentingan yang terjadi. Dari segi ekonomi, pemerintah mencoba memberi bantuan ekonomi secara merata.  Fase selanjutnya yaitu fase kedua, memperbaiki dengan upaya perbaikan yang fokus pada penanganan dan adaptasi yang cepat.

Serta mengantisipasi lonjakan kasus untuk secara bertahap melakukan normalisasi terhadap kondisi nasional dari dampak pandemi. Saat kasus melandai, pemerintah melakukan upaya memperbaiki. Dilakukan penyesuaian melalui kebijakan yang ditetapkan secara bertahap per daerah. Upaya memperbaiki ini berisi penanganan dan adaptasi yang cepat terhadap dinamika kasus dan perlahan kembali normal. Seperti mengantisipasi lonjakan kasus, intensifikasi vaksinasi dan perawatan khususnya demi menekan angka kematian yang sebesar-besarnya dan meningkatkan angka kesembuhan setinggi-tingginya. 

 Fase ketiga, pemerintah bersama seluruh lapisan masyarakat berupaya keras mempertahankan capaian positif dari penanganan pandemi. Hal yang dapat dilakukan yaitu pertama, peningkatan kapasitas publik jangka panjang termasuk pemberdayaan Pemerintah Daerah untuk mampu mengidentifikasi secara mandiri respon sesuai kondisi terkini sesuai di wilayahnya masing-masing.

Kedua, menentukan dasar pembangunan jangka panjang termasuk peningkatan ketahanan kesehatan masyarakat. Ketiga, melakukan evaluasi kebijakan nasional dan sistem pengendalian yang lebih efisien secara berkala misalnya pembaharuan poin pengetat-longgaran dan digitalisasi skrining kesehatan.

Keempat melanjutkan vaksinasi COVID-19 dan penyakit esensial lainnya. Kelima, investasi jangka panjang untuk mengubah perilaku masyarakat menjadi lebih sehat secara berkelanjutan. Keenam, pelaksanaan kegiatan ekonomi yang produktif namun tetap terkendali.  

Perlu diingat bahwa untuk mengubah kondisi pandemi menjadi endemi membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Dengan modal perkembangan kasus yang semakin hari semakin baik, maka kita memiliki target besar bersama untuk selangkah lebih maju mempertahankan kondisi kasus yang cukup terkendali. 

Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kalimantan Tengah menghimbau agar selain dilakukan vaksinasi, penerapan protokol kesehatan menjadi kebiasaan hidup sebagai tuntutan dalam penanggulangan pandemi Covid-19.

Perilaku sehat 4M menjadi upaya pencegahan yang sangat penting. Melalui strategi pencegahan Covid-19 oleh Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kalimantan Tengah Bidang Perubahan Perilaku difokuskan pada peningkatan kepatuhan 4M.Setiap orang harus mau dan mampu melakukan perubahan perilaku kepatuhan 4M sehingga dapat mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *