Gubernur Kalteng Sugianto Sabran Komitmen Tingkatkan Pendidikan Di Kalteng.

Palangka Raya, Inovasi Borneo – Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran dan Habib Ismail bin Yahya sejak menjabat dan memimpin, dari tahun ke tahun terus melakukan peningkatan sektor pendidikan, karena pendidikan adalah sokoguru kemajuan bangsa. 

Mengingat betapa pentingnya memajukan bidang pendidikan, Sugianto Sabran dan Habib Ismail bin Yahya terus berkomitmen dan membuat terobosan dalam bidang pendidikan.

Salah satu bentuk komitmen yang dilaksanakan yakni diwujudkan dalam bentuk alokasi anggaran yang digelontorkan setiap tahunnya meningkat. Tercatat sejak tiga tahun terakhir, pada tahun 2017 anggaran pendidikan di Kalimantan Tengah sebesar Rp 1,2 Triliun, tahun 2018 mencapai Rp 1,2 Triliun dan pada tahun 2019 sebesar Rp 1,4 Triliun. Dengan adanya penggelontoran alokasi dana pendidikan yang kian meningkat, maka kualitas pendidikan di Kalimantan Tengah menjadi lebih maju secara signifikan.

Plt Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Kalimantan Tengah, Suyuti Syamsul dalam paparannya di akhir bulan Oktober lalu menyebutkan, berbagai peningkatan prestasi diraih oleh anak-anak didik di Kalimantan Tengah. Ia juga mencontohkan, belum lama ini anak-anak didik di Kalteng mampu meraih dua medali emas dari Korea Selatan (Korsel) dalam ajang World Creativity Invention Olympic (WICO). Riset dari siswa-siswi SMA 2 Palangka Raya berhasil bertengger di posisi pertama WICO Korea Selatan. Riset tentang akar Bajakah mampu menyedot perhatian nasional hingga internasional. Selain itu, anak-anak didik di Kalteng kembali memboyong empat medali di Malaysia.


“Hasil UNBK dari tahun ke tahun juga mengalami peningkatan. Pada tahun pelajaran 2017-2018, hanya ada empat siswa yang memperoleh nilai sempurna atau nilai 100 l, namun pada tahun 2018-2019 meningkat signifikan, yakni 20 siswa mendapat nilai sempurna, peningkatannya 400 persen,” urai Suyuti.
Peningkatan kualitas juga terjadi pada Angka Partisipasi Murni (APM) dan Angka Partisipasi Kotor (APK). 

tahun 2016-2017 APK ada pada angka 80,23 persen dan APM 77,53 persen. Kemudian, pada 2017-2018 meningkat, di mana APK pada angka 87,91 persen dan APM naik menjadi 77,54 persen, dan pada 2018-2019 APK mencapai 92,38 dan APM 77,56. Capaian itu sudah melampaui target RPJMD yang hanya 77,52 persen untuk APM.

Lebih lanjut dikatakan, prestasi anak-anak tersebut, juga ditunjang dengan pemenuhan tenaga pendidik yang berkualifikasi, guru bersertifikat pendidik. Setiap tahun selalu mengalami peningkatan, baik itu di SLB, SMA dan SMK.

“Pada 2016 tenaga pendidik yang bersertifikat hanya sebanyak 2.425 guru, kemudian 2017 sebannyak 2.675 guru, 2018 menjadi 2.882 guru dan 2019 meningkat menjadi 2.979 guru sedangkan pada 2020 ditargetkan 3.228 guru,” terang Suyuti.

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga menambah kekurangan guru di tingkat SMA/SMK/SLB sebanyak 2.678 guru disertai dengan memberikan tunjangan sebesar Rp 1.500.000/bulan.

Seiring dengan bertambahnya jumlah guru yang sudah memiliki sertifikat pendidik, diiringi dengan meningkatnya jumlah sekolah yang terakreditasi A dan B. Pada 2016 dan 2017 jumlah SMA dan SMK di Kalteng yang terakreditasi A dan B sebanyak 48,18 persen. Pada 2018-2019 meningkat menjadi 76,57 persen.
“Sebelumnya dari 2016 hingga 2017 terjadi peningkatan hanya 48 persen lebih, sedangkan pada 2018 hingga 2019 meningkat menjadi 76 persen lebih,” jelasnya.

Tidak hanya itu lanjut Suyuti, ketersediaan guru berkualitas dan sekolah yang terakreditasi juga terwujudnya Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) secara 100 persen selama dua tahun berturut-turut, yakni tahun pelajaran 2017-2018 dan 2018-2019.
“Bantuan komputer untuk UNBK juga meningkat. Total sekarang ada 4.162 unit, baik pengadaan dari APBD, APBN, dan bantuan CRS dari pihak swasta,” pungkasnya.

Saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng akan terus meningkatkan jumlah perangkat komputer di seluruh sekolah se-Kalteng. Bantuan komputer untuk UNBK juga meningkat, total saat ini ada 4.162 unit yang berasal dari APBD, APBN dan bantuan CSR dari pihak swasta.

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran dan Wakil Gubernur Habib Ismail bin Yahya juga memberikan bantuan pendidikan “Beasiswa Kalteng Berkah”. Pada 2018 anggaran yang disediakan sebesar Rp 12 miliar lebih dengan sasaran 2.406 mahasiswa. Tahun ini disediakan anggaran Rp 15 miliar lebih dengan sasaran 5.080 mahasiswa.
”Ini menjadi komitmen Sugianto Sabran dan Habib Ismail bin Yahya dalam meningkatkan dunia pendidikan di Kalteng, mengingat untuk merealisasikan itu semua tidak hanya bicara sarana dan prasarana, tapi juga bantuan lainnya,” tutup Suyuti. (red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *