Gubernur Kalteng H,Sugianto Meminta Keadilan Bagi Masyarakat Lokal, Dalam Berbagai Sektor Jika Ibukota Terpilih Kalteng

KALTENG IB-Dialog Nasional tentang  pemindahan Ibu kota Negara,yang ramai di perbincangkan masyarakat semakin senter dengan kunjungan Presiden Jokowi  keKalimantan berapa Bulan yang lalu kini pun untuk kesekian kalinya Bappenas berkunjung Ke kalimantan Tengah setelah habis kunjungan dari Kalimantan Selatan.

Kunjungan Bappenas ke Kalimantan Tengah untuk memantapkan apa Kalteng Pas  Untuk  Ibukota Indonesia.
Untuk memantapkan hal tersebut Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Tengah mengadakan DialogTerbuka yang di laksanakan pada hari Jumat,19-7-2019.

Dialog terbuka tersebut dihadiri oleh  Bappenas,Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran dan Bupati Serta Tokoh Masyarakat.

Gubernur Kalimantan Tengah menegaskan, pihaknya siap apabila Ibu kota Negara memang dipindahkan ke wilayah segitiga emas, yakni Kabupaten Gunung Mas dan Katingan serta Kota Palangka Raya.
“Kami sangat siap, hanya saja ada sejumlah hal yang terlebih dulu harus dipenuhi pemerintah pusat jika pemindahan ibu kota telah ditetapkan di Kalteng,” katanya.

Gubernur Kalteng Sugianto menyebutkan, pihaknya menuntut keadilan bagi masyarakat lokal, yakni berupa sertifikasi lahan warga lokal agar dapat benar-benar diselesaikan.

Juga keadilan pada bidang ekonomi.
Sebelum pemindahan dilakukan, agar seluruh perkebunan yang ada di wilayahnya, dapat merealisasikan sejumlah luasan lahan sebagai hak milik masyarakat. Semua itu dilakukan, agar pemindahan tidak menyebabkan ketimpangan di masyarakat.

“Saya tidak ingin warga lokal tersisihkan, makanya pemerintah daerah secara gencar berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki serta memenuhi hak warga,” tegasnya.
Bahkan ia tak pernah henti-hentinya mengingatkan kepada warga Kalteng, khususnya yang berada di wilayah segitiga emas, agar tidak mudah menjual lahan milik mereka. Supaya lahan-lahan itu nantinya bisa terus meningkat nilainya dan bisa dimanfaatkan untuk lebih baik lagi kedepannya.

Untuk pemenuhan bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan lainnya, Sugianto mengaku tak khawatir, Mengingat kucuran anggaran dari pemerintah tentu akan meningkat tajam, guna memenuhi setiap kebutuhan pembangunan pada ibu kota baru.
“Kami disini hanya tinggal menunggu keputusan akhir dari pemerintah pusat, terkait pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan. Yang jelas Kalteng siap menerimanya dan menjadi ibu kota yang baru,” jelas Sugianto.

Berdasarkan penjelasan dari Bappenas pada dialog nasional pemindahan ibu kota negara, Pilihan ibu kota yang baru mengerucut kepada tiga wilayah di Kalimantan, yaitu Kalteng, Kaltim serta Kalsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *