16,500,,.Bibit Mangrove Ditanam Dipesisir Pantai Barat ,Wisata Desa Sungai Bakau.

KUALA PEMBUANG – PT Rimba Raya Conservation kembali melakukan penanaman mangrove (Bakau)di Kuala Pembuang.

penanaman mangrove di pesisir pantai barat wisata desa Sungai Bakau, Kecamatan Seruyan Hilir timur Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah dengan jumlah yang jauh lebih besar, serta melibatkan masyarakat desa sungai bakau setempat.

Penanaman secara simbolik dilakukan Vice President for Public & Government Relations PT Rimba Raya Conservation Nisa Jalil, General Manager Antonius Jonatan, didampingi Kepala Desa Sungai Bakau Yuyun Erawati, manajemen dan staf Rimba Raya Conservation, kelompok masyarakat desa Sungai Bakau, Minggu 14/7/2019

Sebanyak 16.500 bibit mangrove diarea pantai seluas 2,4 hektar itu akan dikelola empat kelompok masyarakat desa Sungai Bakau. Ada empat kelompok yang dibentuk Rimba Raya Conservation bersama pihak desa untuk mengelola mangrove yang dimulai pembibitannya hingga penanamannya disupport secara penuh oleh Rimba Raya Conservation.

General Manager PT Rimba Raya Conservation Antonius Jonatan memaparkan, Replanting [Penanaman kembali] mangrove di Sungai Bakau karena pihaknya menilai mangrove di Seruyan sudah mulai menipis. ditambah Lajunya abrasi menyebabkan terutama diwilayah pantai Sungai Bakau terus menerus tergerus.

Mangrove bisa menjadi penyangga guna mengurangi lajunya abrasi, disisi lain mangrove juga lebih banyak memberikan dampak yang positif bagi lingkungan, terlebih masyarakat yang ada disekitar lokasi penanaman mangrove yang akan merasakan manfaatnya nanti.
kita ketahui mangrove baik untuk keberlangsungan biota alam laut, juga menjadi tempat berkembang biak hidup udang dan kepiting,”

mangrove yang sudah telah ditanami tumbuh sesuai dengan harapan,kami, Rimba Raya Conservation akan terus kami pantau perkembangan nya dan juga menyiapkan bibit cadangan untuk penyulamannya,

“Dalam Jangka panjangnya diharapkan, mereka juga mendapat manfaat lebih dari penanaman mangrove ini. Kami [Rimba Raya Conservation] sangat terbantu dengan desa, masyarakat, pemerintah daerah, karena Rimba Raya Conservation tidak bisa berdiri sendiri,tanpa adanya kerja sama antara pemerintah dan warga msyakat,.jelas Antonius

Ditempat yang sama, Kepala Desa Sungai Bakau Yuyun Erawati mengatakan, pemerintah desa Sungai Bakau sangat berterimakasih dengan adanya kegiatan ini.

“Karena kita semua tahu mangrove(bakau )sangat luar biasa baik dari segi ekonomi masyarakat desa Sungai Bakau, dan mungkin mengedukasi masyarakat disini mengenai pentingnya pelestarian pantai,”

Yuyun mengatakan,dengan penanaman mangrove tersebut diharapkan, dapat memberi nilai tambah bagi pemerintah desa Sungai Bakau terutama peningkatan ekonomi desa, serta melestarikan biota laut sehingga kedepan kesejahteraan masyarakat juga meningkat.

“Ini juga menyadarkan kami bahwa pentingnya menjaga pantai dengan menanam mangrove, karena manfaat ekonominya juga banyak,”

Mangrove atau yang dikenal juga dengan nama Bakau memiliki fungsi yang cukup banyak, baik untuk ekosistem pantai maupun sebagai pelindung ekosistem di daratan. Selain untuk mencegah abrasi dan menambah keindahan pantai, hutan mangrove juga dapat berdampak positif,ungkap Yuyun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *