
Kota Sampit inovasiborneo.co.id – Forum Pembauran Kebangsaan, merupakan tempat berbaurnya bagi semua elemen bangsa dengan berbagai latar belakang baik dari segi suku, agama, ras dan golongan. Dengan adanya pembauran maka kebhinnekaan di Indonesia tetap terawat dan terjaga sebagai kekuatan. Forum tersebut harus dikenalkan keoada masyarakat, melalui sosialisasi secara terus menerus.
Maka pada
Kamis, 27 desember 2018 bertempat di aula kecamatan Seranau kabupaten Kota Waringin Timur, Kalteng telah dilaksanakan kegiatan sosialisasi Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) oleh badan kesatuan bangsa dan politik ( kesbangpol ) kabupaten Kotim.
Dalam acara ini dihadiri oleh camat Seranau, Edi hidayat, Pasi ops Dim 1015, Kapten Inf. Gunadi, Danramil 1015/08 Letda Inf Pairin, Kasat binmas polres Iptu Guntur R. W, Kapospol Seranau Aiptu Saidi, asisten 1 Setda Kotim Nur Aswan SH, para lura, kepala desa, ketua RT/RW, tokoh pemuda,tokoh adat tokoh pemuda sekecamatan Seranau.
Dalam kesempatan memberi materi, pasiopsdim 1015/Spt, Kapten Inf. Gunadi, menyampaikan tentang empat konsensus dasar dalam berbangsa dan bernegara.
“Kita sebagai bangsa Indinesia, dalam berbangsa dan bernegara harus berpegang kuat dengan empat konsensus dasar berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. empat hal ini jangan sampai goyah, inilah sendi dasar berbangsa dan bernegara. Tegak dan utuhnya negara kita, tergantung pada kokohnya empat hal ini”, tegas pasiopsdim.
Selanjutnya pasiopsdim menambahkan, ujian dan cobaan untuk menggoyahkan empat hal tersebut selalu datang silih berganti. Ingat sejarah, ada yang ingin mengganti Pancasila, ada yang mengganggu keutuhan Bhinneka Tunggal Ika melalui aksi-aksi intoleransi, dan bahkan masih ada gerakan untuk memisahkan diri dari NKRI. maka dari itu waspadalah, kita perkuat pemahaman kita tentang empat hal tersebut.(RedIB)

