PurukCahu IB-Dilaksanakannya pertemuan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Se Kalimantan Tengah yang bakal dibuka pada hari Selasa 5 November 2019, sebagai wujud keramahan selaku tuan rumah, Pemerintah Murung Raya terlebih dahulu menggelar acara ramah tamah dan temu konsultasi lintas agama di Aula Rumah Dinas Bupati Murung Raya, Senin malam (4/11/2019).
Acara ramah tamah yang digelar malam hari itu dihadiri oleh Danrem 102/pjg, Wakil Gubernur, Bupati Murung Raya, Perdie dan Wakil Bupati Murung Raya, Rejikinoor dan Unsur Forum Koordinasi Pemerintah Daerah (FKPD) Kabupaten Murung Raya, Unsur Pimpinan dan Anggota DPRD Murung Raya, Pejabat Eselon II dan III, pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama dari 14 kabupaten/kota Se Kalimantan tengah dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Danrem 102/Pjg menyampaikan materi terkait tantangan kebangsaan dalam mewujudkan hidup rukun dalam perbedaan.
“Keutuhan NKRI ditopang oleh ketahanan nasional. Ketahanan nasional didukung ketahanan wilayah, salah satu pendukungnya adalah kerukunan umat beragama,”ujar Danrem.
Namun, lanjutnya hal ini juga dipengaruhi perkembangan lingkungan strategis global, regional dan perkembangan IT dan Cyber.”Dalam konteks Kalteng, ada suplai energi penopang yaitu energi Betang”,katanya.
Dia mengungkapkan, di negara manapun yang majemuk termasuk Indonesia, apabila tidak dikelola dengan baik dan benar maka berpotensi timbulnya ancaman perpecahan.”Oleh karena itu kemajemukan harus dikelola dengan baik”,ucapnya.
Sementara itu, lanjutnya, instrumen pembangun kerukunan terkait beberapa hal. Terkait subyek, meliputi pemerintah (TNI, polri, aparat pemerintah), lemvaga pemerintah (FKUB), tokoh agama dan tokoh adat. Selanjutnya terkait sarana, berupa tempat ibadah, organisasi keagamaan, lingkungan kerja, lingkungan pemukiman, lingkungan sekolah.”Adapun obyek meliputi pemeluk agama, generasi muda, pelajar, mahasiswa”,pungkasnya.
Selanjutnya Danrem mengatakan,”ada dua hal pokok dalam kehidupan dalam beragama, yaitu hubungan dengan Tuhannya sesuai kitab sucinya, dan hubungan antar sesama sesuai aturan yang berlaku.
“Tentang empat energi Betang dalam kerukunan umat beragama yaitu jalani kehidupan beragama dilandasi kejujuran, karena dengan kejujuran akan mendatangkan marwah kebaikan sesuai dengan ajaran agama masing-masing, memandang agama lain dilandasi kesetaraan, bahwa tidak ada yang memandang aganga lebih baik dari agama lain. Perbedaan aqidah dalam beragama pada akhirnya menuju kepada sang Penciptanya, dengan kesetaraan akan terhindar dari ketersinggungan dan lahirlah toleransi dalam kehidupan interaksi sosial budaya/beragama. Sikapi perbedaan dengan musyawarah untuk hapakat. Dengan hapakat akan lahir kebersamaan dan kekeluargaan. Setiap perilaku dilandasi kepatuhan terhadap hukum baik hukum negara, agama,adat dan alam, dengan kepatuhan akan melahirkan keseimbangan dan ketertiban”,ujarnya.
Dia meminta semua kalangan agar jangan biarkan perselisihan merebut kerukunan hidup.”Belajarlah dari nenek moyang bahwa energi betang mampu menjaga keberagaman dalam satu atap. Kalteng bukan milik satu golongan, bukan milik satu agama, tetapi kita semua”,tandasnya.

Selain itu juga, Bupati Murung Raya menyampaikan rasa bangganya terhadap seluruh peserta yang senantiasa dan terus merawat kerukunan antar umat beragama yang selama ini sudah terjalin dengan sangat baik dan kondusif. Oleh karenanya peran pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat , sangat berperan dalam menentukan kondisifitas di masyarakat.
Masyarakat dan daerah masing masing yang tinggal dan ada di Kalimantan Tengah merupakan miniatur Indonesia, karena di Kalimantan Tengah terdapat banyak suku, agama didalamnya.