KALTENG-http://inovasiborneo.co.id-Pemprov. Kalteng bersama Forkopimda Prov. Kalteng berkomitmen penuh untuk mewujudkan Kalteng Bebas Kabut Asap melalui upaya-upaya sinergis yang terus menerus ditingkatkan. “Meskipun pada tahun 2023 terjadi el nino moderat, lebih tinggi dibanding yang terjadi pada tahun 2019 yaitu el nino lemah, karhutla yang terjadi dan dampak yang ditimbulkannya sudah jauh lebih sedikit,” kata Wagub.
Hal tersebut disampaikan Wagub Saat mengikuti Rakornasus
Sambung Wagub, sampai dengan tanggal 8 Oktober 2023, hotspot yang terdeteksi di wilayah Provinsi Kalteng sebanyak 50.168 hotspot, yang didominasi oleh Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Kapuas, Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Seruyan. “Kejadian karhutla yang dilaporkan sebanyak 3.564 kejadian, didominasi oleh Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Pulang Pisau. Sedangkan luas karhutla yang ditangani sekitar 10.069,82 hektar, didominasi Kabupaten Seruyan, Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Kapuas,” jelasnya.
Wagub mengungkapkan sejak adanya peringatan dini BMKG mengenai fenomena el nino pada awal tahun 2023, Pemprov. Kalteng telah melaksanakan beberapa hal, diantaranya membuat surat edaran dan melaksanakan rapat-rapat koordinasi dengan Bupati/Wali Kota se-Kalteng serta pihak terkait lainnya, dan mengalokasikan anggaran Dana Bagi Hasil-Dana Reboisasi (DBH DR) sebanyak 83 miliar rupiah untuk pengendalian karhutla.
“Bapak Gubernur Kalimantan Tengah meminta kepada seluruh fasilitas kesehatan mulai dari Puskesmas sampai rumah sakit untuk menggratiskan biaya perobatan akibat kabut asap. Bapak Gubernur juga memerintahkan Satgas Provinsi, Kabupaten/Kota untuk lebih meningkatkan upaya pemadaman agar lebih massif lagi diantaranya pembuatan embung-embung darurat dan sekat bakar guna menghambat pergerakan api,” imbuhnya.

Rakorsus Tingkat Menteri dalam rangka peningkatan upaya penanggulangan karhutla pada masa El-Nino tahun 2023 secara virtual dari Aula Eka Hapakat Kantor Gubernur Kalteng
Ia menyebut, terkait dengan peningkatan karhutla pada akhir September 2023, Pemprov. Kalteng telah melaksanakan rapat koordinasi (rakor) dengan seluruh pihak terkait untuk meningkatkan upaya penanggulangan karhutla dan memberikan arahan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota agar menggunakan Belanja Tidak Terduga untuk menambah jumlah personil yang melakukan pemadaman, serta memerintahkan seluruh Bupati, Pj.Bupati dan Pj.Wali Kota yang wilayahnya terjadi karhutla tidak boleh meninggalkan wilayahnya sampai karhutla benar-benar bisa terkendali.
“Kami juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Pusat atas dukungan penanggulangan karhutla yang diberikan melalui BNPB, berupa dua helikopter patrol, empat helikopter water boombing, satu heli Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dan 27 set sarana prasarana pemadaman darat,” ujar Wagub.

