Dukungan Untuk Food Estate Kalteng

KALTENG http://Inovasiborneo.co.id-Sejak awal pembangunan food estate di Kalimantan Tengah, puluhan Menteri Kabinet Indonesia Maju sudah melakukan peninjauan langsung di kawasan food estate. Bahkan, Presiden RI Joko Widodo juga sempat hadir di kawasan food estate Belanti Siam, Kabupaten Pulau Pisang pada 8 Oktober 2020 lalu.

Dalam kunjungannya, Jokowi menyebut food estate di Kalimantan Tengah akan menerapkan kombinasi model bisnis cakupan pertanian dalam arti luas. Jokowi juga menyebut keberhasilan food estate percontohan Kalimantan Tengah nantinya akan direplikasi daerah lain.

Sementara itu, Pemprov Kalimantan Tengah melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan saat ini sedang menyiapkan penangkaran benih padi inbrida di Kabupaten Pulang Pisau seluas 113 hektare dan Kabupaten Kapuas 308 hektare yang terdiri dari benih Inpara 3, Inpari 33, Inpari 32, Inpari 36, Inpari 37 Inpari 42 dan Inpari 1R Nutri Zink.

Total benih yang dapat dihasilkan mencapai 1.100 ton. Jumlah ini dapat memenuhi kebutuhan benih di Provinsi Kalimantan Tengah untuk musim tanam April-September 2022, sehingga dapat menjadikan Kalimantan Tengah mandiri benih padi inbrida. Diketahui, penangkaran benih ini berlokasi di lahan petani yang mendapatkan program food estate tahun 2020/2021 yang lalu.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Riza Rahmadi menyebut pengembangan food estate Kalteng melalui kegiatan intensifikasi lahan memiliki fokus pada peningkatan produktivitas lahan, indeks pertanaman, dan produktivitas hasil. Dengan dasar pelaksanaan kegiatan pada lahan petani, lanjutnya, maka petani menjadi subjek dari pembangunan/pengembangan food estate Kalteng dan menjadi pihak yang mendapatkan manfaat dari kegiatan ini.

“Petani adalah subjek bukan objek, petani lah yang mendapatkan manfaat besar dari program food estate, karena memang itu konsep bapak Gubernur sedari awal, mulai melangkah dari peningkatan kesejahteraan petani, dengan kesejahteraan yang meningkat akan mampu menumbuhkan produktivitas yang tinggi, dan pada akhirnya program ini akan berkontribusi mensejahterakan rakyat Kalimantan Tengah,” tegas Riza.

Riza memaparkan program food estate juga diarahkan pada kegiatan multi-komoditas di lahan petani dengan tujuan menghasilkan ragam produk pertanian selain padi, yang tentunya akan lebih mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian serta meningkatkan pendapatan petani dari penjualan produk-produk tersebut.

Multi-komoditas yang telah dikembangkan meliputi budi daya tanaman hortikultura (buah dan sayuran) seluas lebih dari 450 hektare, ternak itik sebanyak 55 ribu ekor, dan kelapa genjah lebih dari 140 ribu batang pohon. Adapun hasil dari peternakan itik yang diusahakan kelompok sebanyak 500 ekor mampu menghasilkan telur itik rata-rata per bulan sebanyak 8.573 butir telur. Jumlah ini dijual oleh petani dalam bentuk telur segar dan telur asin.

Menurutnya, hasil program food estate ini akan semakin nyata untuk kesejahteraan petani serta menunjang ketahanan pangan yang akan menciptakan kedaulatan pangan nasional. Terlebih dengan semakin produktifnya lahan, meningkatnya produksi padi secara gradual, dan dihasilkannya produk pertanian multi komoditas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *