Vaksin COVID-19 Adalah Salah Satu Cara Untuk Mencapai Herd Immunity


KALTENG-IB-Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kalimantan Tengah menyampaikan melalui Satgas Covid Pusat bahwa di Indonesia, ibu hamil sudah bisa melakukan vaksinasi COVID-19. Meski demikian, belum semua ibu hamil melakukan vaksin tersebut.

Banyak faktor yang menyebabkan belum dilakukannya vaksinasi oleh ibu hamil. Faktor-faktor ini bisa berasal dari internal maupun eksternal. Seperti kondisi kesehatan ibu dan janin, usia kandungan yang masih terlalu muda hingga masalah kesehatan lainnya.

Oleh sebab itu, terkait pemberian vaksin bagi ibu hamil ini, tidak bisa sembarang dilakukan. Ada skrining kesehatan yang harus dilakukan terlebih dahulu.

Berdasarkan Surat Edaran HK.02.01/I/2007/2021 tentang Vaksinasi Covid-19 bagi Ibu Hamil dan Penyesuain Skrining dalam Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19, ada syarat-syarat ibu hamil boleh vaksin Covid-19, diantaranya:

1Suhu tubuh

2. Tekanan darah

3. Usia kehamilan

4. Tidak ada tanda-tanda preeklamsia

5. Tidak memiliki riwayat alergi berat

6. Ibu hamil dengan penyakit penyerta atau komorbid

7. Ibu hamil dengan penyakit autoimun

8. Tidak sedang menjalani pengobatan

9. Tidak sedang menerima pengobatan imunosupresan

10. Tidak terkonfirmasi positif COVID-19

Kendati demikian, meski sudah memenuhi sepuluh syarat di atas, bagi ibu hamil, penting untuk tetap berkonsultasi dengan dokter kandungan yang menangani untuk melihat status kesehatannya apakah sudah boleh menerima vaksin atau perlu ditunda.

Vaksin COVID-19 adalah salah satu cara untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok, dimana setidaknya 70 persen populasi dalam satu wilayah harus sudah divaksin. Dengan begitu, bagi ibu hamil yang telah melakukan vaksinasi diharapkan dapat menurunkan risiko ibu dan bayi terinfeksi saat proses melahirkan kelak.

 Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kalimantan Tengah menyampaikan menghimbau agar selain dilakukan vaksinasi, penerapan protokol kesehatan menjadi kebiasaan hidup sebagai tuntutan dalam penanggulangan pandemi Covid-19.

 Sebagian masyarakat telah patuh protokol kesehatan, namun masih saja ada sebagian lainnya yang kurang memiliki kesadaran untuk menerapkan prinsip 4M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

Setiap harinya, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kalimantan Tengah selalu bertambah. Orang yang berisiko tinggi adalah mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid seperti hipertensi, diabetes, jantung, asma hingga gagal ginjal. Selain itu, orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah, berusia lanjut yakni di atas 60 tahun dan mereka yang mengalami obesitas atau berat badan berlebihan.

Perilaku sehat 4M menjadi upaya pencegahan yang sangat penting. Melalui strategi pencegahan Covid-19 oleh Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kalimantan Tengah Bidang Perubahan Perilaku difokuskan pada peningkatan kepatuhan 4M.Setiap orang harus mau dan mampu melakukan perubahan perilaku kepatuhan 4M sehingga dapat mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kalimantan Tengah menyampaikan jumlah akumulasi data sampai dengan hari ini Rabu, 15 September 2021, pasien konfirmasi positif Covid-19 di Kalimantan Tengah bertambah sebanyak 52 orang dengan total kasus mencapai 45349 orang. 

Penambahan pasien dinyatakan sembuh sebanyak 57 orang dengan total kasus mencapai 42376 orang. Dan pasien dinyatakan meninggal dunia ada penambahan sebanyak 3 orang sehingga total menjadi 1543 orang atau dengan tingkat kematian Case Fatality Rate (CFR) 3,4 persen.

Data ini menunjukkan kepada kita semua bahwa sejak tanggal 12 Maret 2020 dimana kasus pertama kali yang terkonfirmasi positif Covid-19 sampai dengan saat ini, penambahan kasus konfirmasi baru selalu terjadi setiap hari di Kalimantan Tengah. Hal ini berpotensi terus terjadi jika masyarakat tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari. 

Oleh karena itu, Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kalimantan Tengah mengharapkan kepada seluruh masyarakat Kalimantan Tengah melihat kenyataan penyebaran Covid-19, dan tidak ada lagi yang berpikir bahwa ini merupakan sebuah konspirasi dan meminta dukungan seluruh elemen masyarakat untuk terus mensosialisasikan ancaman Covid-19 sehingga seluruh masyarakat dapat menyadari ancaman Covid-19 dan secara sadar disiplin menerapkan protokol kesehatan sebagai suatu bentuk adaptasi kebiasaan baru dalam aktivitas sehari-hari.

Disampaikan perkembangan data Covid-19 yang kami himpun akumulasinya pada 15 September 2021 pukul 15.00 WIB sebagai berikut :

1.    Kasus konfirmasi, ada penambahan sebanyak 52 orang, yaitu di Palangka Raya 10 orang, Katingan 4 orang, Kotim 1 orang, Kobar 6 orang, Lamandau 2 orang, Sukamara 2 orang, Seruyan 4 orang, Pulpis 1 orang, Kapuas 8 orang, Gumas 4 orang, Barsel 3 orang, Bartim 3 orang, Barut 3 orang, dan Mura 1 orang, sehingga dari semula sebanyak 45297 orang menjadi 45349 orang.

2.    Sembuh, ada penambahan sebanyak 57 orang, yaitu di Palangka Raya 16 orang, Kotim 12 orang, Kobar 1 orang, Sukamara 5 orang, Kapuas 6 orang, Gumas 4 orang, Barsel 5 orang, Bartim 4 orang, dan Mura 4 orang, sehingga dari semula 42319 orang menjadi 42376 orang.

3.    Dalam Perawatan, ada penurunan sebanyak 8 orang, sehingga dari semula 1438 orang menjadi 1430 orang.

4.    Kasus Meninggal, ada penambahan sebanyak 3 orang, yaitu di Palangka Raya 1 orang, Kapuas 2 orang, sehingga dari semula 1540 orang menjadi 1543 orang. Tingkat kematiannya (CFR) 3,4 %.

5.    Keterpakaian Tempat Tidur pada RS (BOR), Tempat Tidur Intensif mengalami penurunan Tempat Tidur Terpakai (2,5%), sehingga dari semula 37,5% menjadi 35,0%, dimana ada 1 Kab/Kota yang BOR di atas 50% yaitu  Palangka Raya, sementara Tempat Tidur Isolasi mengalami peningkatan Tempat Tidur Terpakai (0,1%), sehingga dari semula 13,1% menjadi 13,2%, dimana tidak ada Kab/Kota yang BOR di atas 50%.

6.    Capaian target vaksinasi Target Vaksinasi sebesar 2.036.104, realisasi Vaksinasi Tahap I sebanyak 610.996 atau sebesar 30,01 % dan Tahap II sebanyak 375.368 atau sebesar 18,44 %.

Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kalimantan Tengah selalu mengingatkan kepada seluruh masyarakat Kalimantan Tengah agar tetap selalu mematuhi protokol kesehatan serta memutus mata rantai sebaran Covid-19. 

Bagi warga yang belum sadar terhadap protokol kesehatan, INGAT !!! WAJIB 4M, seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan serta melakukan 3T (Testing, Tracing, dan Treatment) agar Covid-19 ini segera berakhir di Kalimantan Tengah dan seluruhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *