PALANGKA RAYA IB- Sebagai kandidat gubernur (Cagub) Kalteng 2020 di Partai Golkar, H Abdul Razak dan H Nadalsyah melakukan pertemuan tertutup di kantor DPD Golkar Kalteng. Namun, semua orang memberikan bocoran terkait pertemuan yang tidak boleh diliput media tersebut.
Abdul Razak (AR) lebih dulu mendaftar ke DPD Golkar. Setelah Razak, Nadalsyah atau Koyem mendaftar juga ke Partai Golkar. Setelah mendaftar, lakukan pertemuan di ruang Ketua DPD Partai Golkar Kalteng.
Wartawan hanya bisa melakukan foto, setelah itu rapat dilakukan tertutup. Dan kemudian ada beberapa pengurus Golkar dan Demokrat yang juga masuk mendampingi.
“Saya ingat tidak akan mundur dan tidak ada lobi-lobi untuk kembali dari pencalonan di Pilgub Kalteng. Demi Allah tidak akan ada lobi-lobi. Saya mundur jika memang hasil survei jelek dan partai tidak memberikan bantuan kepada saya,” kata Ketua DPD Demokrat Kalteng H Nadalsyah.
Dia mengatakan, pertemuannya dengan Abdul Razak merupakan pertemuan wajar. Sebab, sama-sama mendaftar di Partai Golkar.
“Kita melihat perkembangan politik, karena politik itu dinamis. Bisa saja saya dengan Pak Razak atau dengan lainnya. Yang pasti kita lihat hasul survei, tidak mungkin kita memaksakan untuk maju jika hasil survei jelek,” ucapnya.
Sementara itu, Abdul Razak juga enggan memberikan bocoran terkait pertemuannya dengan Nadalsyah atau Koyem usai pendaftaran. “Rahasia. Kita lihat saja perkembangan politik nanti, karena ini masih penjaringan. Semua bisa saja terjadi perubahan,” kata Abdul Razak.
Menurutnya, pertemuan merupakan hal yang wajar, karena sama-sama mendaftar. Membahas politik tentu menjadi bahasan menarik saat ini.
“Saya dan Pak Koyem sama-sama mendaftar. Dan hari ini alhamdulillah bisa bertemu dan berdiskusi. Kalau isinya nanti akan ketahuan juga apa yang dibahas. Intinya saya dan pak Yoyem sama-sama ingin membangun Kalteng lebih baik,” pungkasnya.
Razak dan Koyem merupakan calon kandidat. Abdul Razak telah mendaftar ke 5 partai seperti Demokrat, Gerindra, PDIP, Nasdem, dan Golkar. Sementara Koyem telah mendaftar ke 4 partai seperti Demokrat, PDIP, Golkar, dan Nasdem. (Red*)

