Diduga Memakai Bahan Kayu Ilegal, Oknum Kepala Sekolah Dilaporkan Kepolisi.

Katingan,IB-Pembangunan ruang Laboratorium yang sedang berlansung di Desa Asem Kumbang,Kecamatan Kamipang,Kabupaten Katingan kini telah dilaporkan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Transparent Corrupsion Watch  (TCW),Jum’at (8/08/2018).

LSM DPP TCW melaporkan Kepala Sekolah SD,  SMP Satu Atap – 3 ke Kapolres Katingan karena dugaan penggunaan bahan kayu “ULIN” yang digunakan untuk pembangunan Ruang Laboraturiom pada sekolah tersebut tidak memiliki surat ijin resmi  dari Penjabat yang  berwenang untuk pembuatan pembangunan.

LSM DPP TCW menjelaskan kepada Wartawan Inovasi Borneo (IB) “Tujuan melaporkan permasalahan ini ke Kapolres Katingan  bukan serta merta untuk menghambat proses pembangunan Ruang Laboraturiom sekolah yang mereka kerjakan atau mengkriminalisasi.tetapi  untuk mencari kebenaran dan keadilan bahwa kita adalah negara hukum yangmana boleh membeli  atau memakai atau membawa bahan kayu “ULIN” tersebut tetapi harus dilengkapi dengan aturan atau prusedor yang berlaku serta tunduk patuh kepada aturan dan hukum,”ujarnya.

LSM DPP TCW Menambahkan bahwa sudah jelas  larangan maupun penggunaan  tata caranya sebagaimana  acuan UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2013
TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PERUSAKAN HUTAN.

Dan sewaktu tim DPP TCW melakukan Investigative ke Sekolah tersebut tidak menemukan  Papan Plang Proyek sebagai informasi kegiatan.padahal kegiatan tersebut kami nilai sudah mencapai 50%.semestinya yang seharusnya sebelum kegiatan itu dilaksanakan,maka papan informasi kegiatan  itu sudah di tancapkan ditempat terbuka pada satu area agar  publik bisa mengetahui.nah,Justru kerna itulah,menurut hemat kami,perbuatan tersebut  sudah  melangar aturan dan tidak menutup kemungkinan akan muncul kerugian negara karena tidak ada ke transparan terhadap publik.

Harapan kami kepada institusi penegak hukum  khusunya Polres  Katingan yang diberikan amanat besar oleh Bangsa ini,kami mohon untuk segera turun kelapangan melakukan tindakan tegas  bilamana terbukti ada penyimpangan laporan kami.  (DARTO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *