Banyak Proyek Di Pulpis Tak Sesuai Spesifikasi, Ini Terang Ketua TCW

Pulang Pisau,IB — Sinergritas dan Keakraban antara awak media dengan beberapa ketua organisasi di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), baik itu Ketua TCW (Transparren Corruption Watch) ataupun dari Ketua KCW dan juga organisasi lain cukup membanggakan.

Maka dari itulah dapat tercipta kebersamaan sebagai sesama dan bersinergi dalam menjalankan tugas sebagai kontrol sosial khususnya di wilayah Kalteng.

Ketua Pimpinan Daerah TCW Kalimantan Tengah “Diamon saat konsultasi melalui whatsapp (WA) dengan wartawan Inovasi Borneo.Co.Id Biro Pulang Pisau  terkait beberapa pengalamannya selama menjalankan tugas kontrol sosial khususnya di wilayah Kabupaten Pulang Pisau Menuturkan  “Banyak hal yang sangat menarik mengenai temuan dilapangan, seperti beberapa proyek yang sudah selesai dikerjakan ataupun yang sedang dikerjakan khususnya untuk bangunan gedung pemerintah dan jembatan beton (Box Culvert). Terangnya pada Kamis (02/08/2018).

“Untuk proyek pemerintah sendiri, bangunan gedung maupun jembatan beton (box culvert) sering saya lihat  terindikasi memakai besi banci, Jarak sengkang antara besi – besinya tidak teratur, Bahan campuran cor beton yang digunakan kadang juga tidak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), baik berupa pemakaian maupun campuran air, pasir, semen dan komponen lainnya.

“Penggunaan besi baja banci sangatlah berbahaya bila digunakan untuk konstruksi pembangunan milik pemerintah.
Ditambahkanya,  Besi baja yang tidak sesuai (SNI) sangatlah beresiko tinggi bila digunakan  sebagai  bahan baku pada struktur bangunan, alasannya pemanfaatan bahan baku   struktur bangunan yang tidak direkomendasikan sesuai SNI, bisa saja mengalami kerusakan dalam jangka waktu pendek yang mengakibatkan bangunan itu bisa runtuh.

Bisa dibayangkan, Dampaknya apabila bangunan yang memakai besi banci itu mendadak runtuh dikarenakan struktur rangka bangunan yang diduga kuat bermutu rendah, Akibatnya bisa sangat fatal bagi orang-orang khususnya yang berada didalamnya. Saya menghimbau agar pihak dari penyelenggara proyek bisa bekerja sesuai dengan  Rencana Anggaran Biaya (RAB). Semua itu dilakukan demi terciptanya sebuah pembangunan sesuai dengan yang diharapkan oleh semua pihak,”Tambahnya.

Ditempat terpisah, Tim Intelijen Investigasi Aliansi Indonesia (LAI) “Herison” menjelaskan kepada wartawan IB melewati What sapp (WA), Ia juga mengungkapkan, jikalau terindikasi beberapa proyek bangunan gedung pemerintah terlaksana tidak ada kesesuaiannya antara RAB dan RAP, maka akan kita teliti dan kita tindak lanjuti, “Ungkapnya.(Darto).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *